Tips Menjaga Kewarasan Selama Kuliah From Home

by - Juli 16, 2020

Baca Juga

Hampir semua orang mengalami perubahan pola hidup sejak ada pandemi covid-19 awal tahun ini. Mau tidak mau, kita harus berdamai dan membiasakan diri dengan rutinitas yang berbeda. 

Namun, kebiasaan yang sama selama di rumah aja sering membuat kita merasa bosan dan enggan menjalani hari. Termasuk saya sendiri.

Berteman kopi Good Day coolin (bukan sponsor), pada kesempatan kali ini saya akan menulis tips menjaga kewarasan selama menjalani kuliah form home. Dengan sedikit bumbu kehidupan seorang remaja putri yang sedang tumbuh mendewasa tentunya.

Teman-teman juga bisa membaca cerita dan tips untuk para mom di artikel kak Diah yang berjudul 5 Cara Menjaga Kewarasan Diri Bagi Ibu Rumah Tangga

Kenapa kok harus menjaga waras? Memangnya Anda (nama saya) gila? 

Tentu tidak dong. Saya masih waras. Namun, ada saja hal-hal yang membuat saya merasa terbebani dan menjadi oleng kewarasannya saat menjalani aktivitas sehari-hari. Apa saja hal-hal tersebut? 

tips produktif di rumah


New Normal yang Tidak Normal

Kondisi new normal yang sudah berjalan lebih dari satu bulan ini tidak ada normalnya sama sekali bagi saya. Sebelum atau sesudah kebijakan ini aktivitas saya nggak jauh berbeda. Masih berkutat dengan tugas di depan laptop. 


Berhenti Kerja Part-time

Sejak pandemi corona melebarkan sayapnya ke berbagai penjuru negeri. Semua pekerja, anak-anak sekolah, hingga mahasiswa tak luput dari kata di rumahkan. Hal ini mengakibatkan saya kehilangan pekerjaan part time sebagai guru les. 

Padahal saya masih senang-senangnya dengan aktivias ini. Tapi mau gimana lagi. Sebagai warga negara yang baik. Saya tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah bukan?


Laporan Keuangan yang Amburadul

Sejak memulai kehidupan di tanah rantau, saya membiasakan diri untuk mengatur keuangan sebaik mungkin. Setiap pendapatan dan pengeluaran selalu saya tulis untuk menjadi bahan evaluasi di akhir bulan. 

Sayangnya, beberapa bulan ini laporan keuangan saya jadi amburadul. Selain berhenti kerja part time, uang saku juga ikut-ikutan di-lockdown-kan. 

Tidak ada pemasukan yang bisa saya didapat. Sedangkan pengeluaran untuk kuota, perlengkapan belajar, dan lain-lain terus repeat. Mumet? Buanget. Beruntung masih ada sisa uang di tabungan yang entah bi bertahan sampai kapan.


Aktivitas Blogging

aktivitas blogging

Meskipun ngeblog sangat fleksibel. Dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Tapi yang pasti, aktivitas ini menuntut saya untuk totalitas dalam mencurahkan pemikiran dan waktu. Tidak bisa disambi (multitasking) kalau orang Jawa bilang. 


Ikut Kelas Blogger

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Saya berusaha untuk menekuni blog saya ini. Salah satu caranya adalah mengikuti kelas blogger. 

Karena kesempatan tidak datang dua kali, tentu saya berusaha untuk memaksimalkan kelas ini. Sebagai tolak ukur dalam pemahaman, terdapat beberapa tugas yang harus saya kerjakan. Salah satunya adalah artikel saya tentang Belajar SEO On Page untuk Pemula


Ketika Tugas Tuntas Satu Tumbuh Seribu

Sebagai seorang mahasiswa tentu kewajiban utama saya adalah belajar. Namun, ditengah pandemi seperti ini banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Kebiasaan belajar mengajar berubah jadi kegiatan belajar mandiri dan submit tugas. 

Kabar buruknya, ketika saya sudah menyelesaikan tugas hari ini agar bisa kencan dengan blog saya. Datanglah tugas lain yang meminta untuk segera difinalisasi. Mau bilang lelah hayati, tapi kok nama saya Andayani. Krik-krik. Ok, skip.


Program Kerja Organisasi

Kegiatan berbasis virtual adalah satu-satunya jalan yang bisa dilakukan agar program kerja organisasi tetap berjalan. Sayangnya, saya tidak punya akses di depan media komunikasi secara terus menerus. 

Ponsel saya juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Hal ini membuat saya sering ketinggalan info terkini, slow respon, dan jarang nimbrung obrolan di grub. Hiks-hiks, maafkan Anda ya teman-teman.


Media yang Tidak Mendukung

Inti dari segala masalahnya ada di sini. Jika kamu membaca dari atas sampai poin ini. Aktivitas saya selama work from home ini mayoritas berhubungan dengan media. Baik itu ponsel maupun laptop. 

Dari jam awal perkuliahan yang dimulai pukul 7 pagi, aktvitas blogging, kelas blogger yang ada di wag, hingga rapat proker membuat saya harus selalu stand by di depan media. 

Padahal di rumah saya tidak ada wifi. Akses internet saya hanya bertumpu pada satu-satunya ponsel yang saya miliki. Kadang juga nebeng hospot dari orang tua jika ada keadaan yang sangat-sangat mendesak.

Kalau dipaksakan untuk terus online saat ponsel masih mengisi daya. Endingnya, ponsel bisa ngambek atau kemungkinan terburuknya mengalami kerusakan. 


Aktivitas Rumah Tangga

Selain kegiatan sebagai mahasiswa dan blogger saya juga punya kesibukan khusus. Saat di rumah, saya memiliki bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah karena kedua orang tua bekerja. 

Hal tersebut sudah saya lakukan sejak kelas 3 sekolah dasar. Aktivitas ini menjadi kewajiban saya setiap harinya. Setelah bada ashar hingga menjelang magrib menjadi waktu perang saya. 

Kurang lebih, itulah aktivitas saya dalam sehari. Kuliah-nugas-blogging-proker-bersih bersih rumah. Jika dituliskan seperti ini rasanya simple sekali. 

Padahal jika ketika dilakukan, rasanya 24 jam itu nggak cukup. Lalu bagaimana cara saya agar tetap waras dalam menjalani aktivitas yang sangat sudah seperti benang kusut tersebut?


Mengorganisir Aktivitas

Aktivitas yang sok padat merayap setiap harinya membuat saya harus pandai-pandai mengorganisir waktu. Dalam melakukan hal ini, saya dibantu dengan to-do list dan habit tracker

Mereka sangat membantu saya untuk memaksimalkan waktu miliki dalam satu hari. Penjelasan tentang keduanya pernah saya tulis di artikel sebelumnya yang berjudul Tips Mengatur Waktu Agar Produktif dan Efektif 


Menulis Diary

Saya tipe orang yang sulit percaya (lagi) dengan manusia. Satu-satunya jalan ninja untuk tetap menumpahkan keluh kesah di hati tanpa takut untuk diejek apalagi ditertawakan adalah menulis diary

Setelah melakukan hal ini, beban dipundak saya rasanya luruh. Dia juga bisa membuat saya ketawa ketika membacanya di masa mendatang. Selain itu, saya jadi punya kekuatan baru untuk melanjutkan hari.

Kalau kamu tipe orang yang suka menyendiri, tulisan kak Risma yang berjudul Tips Jaga Kewarasan ala Introvert mungkin bisa membantu.


Memberi Reward untuk Diri Sendiri

Meskipun saya belajar di bidang keuangan, bukan berarti saya memiliki kepribadian yang perhitungan. Ketika saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan atau mempelajari sesuatu. Apapun hasilnya, entah itu berhasil atau gagal. Saya akan memberikan reward untuk diri sendiri. 

es krim coklat

Hal ini adalah bentuk motivasi dan penghargaan dari dan kepada saya sendiri. Reward yang saya maksud ini bukan berbentuk piala, mendali, apalagi barang branded. Melainkan dalam berbentuk hal sederhana yang bisa membuat saya bahagia. Misalnya membeli makanan yang saya suka seperti es krim, brownies, atau takoyaki. Hmm, yummy.


Memelihara Binatang

Menjadi anak tunggal dan biasa di rumah sendiri bukan berarti saya kebal dengan kata sepi. Nah berapa hari lalu saya resmi memiliki peliharaan baru. Mereka adalah empat ekor ikan hias koki. 

Meski cuma bisa berenang dan makan. Tapi kehadiran mereka membuat saya tidak lagi merasa kesepian. Saya juga bisa berbicara banyak hal dengan mereka. Jadi nggak harus ngomong sama tembok lagi hehehe.


Me Time

Kayaknya udah nggak asing lagi ya dengan hal yang satu ini. Me time adalah salah satu solusi ampuh dalam menangkal rasa bosan dan kepenatan.

Biasanya saya akan nonton drama Korea, membaca webtoon, blog walking, ataupun membuat journal. Kalau me time ala kamu gimana?


Itulah tips menjaga kewarasan ala saya selama menjalani work from home. Entah sampai kapan aktivitas seperti ini akan berlanjut. Namun yang jelas tetap ada sisi kebaikan dan hikmah yang dapat kita ambil di dalamnya

Dari serangkaian aktivitas dalam kehidupan di rumah ini. Saya bisa belajar untuk menjadi pribadi yang disiplin dan konsisten dengan komitmen yang telah saya ambil.

With love,
andayani rhani


You May Also Like

3 Comments

  1. Senyaman-nyamannya di rumah, tetep ada rasa jenuh ya mbak. Dan aktivitas juga nambah. Paling nggak, bisa ngambil hikmah dan perdalam skill yang ada, hehe..

    BalasHapus
  2. Kok sama sih reward kita lebih ke makanan kalau udah penat wkwkw. Aku juga suka es krim, brownies dan takoyaki, duuuh ngiler. Nah jadi pengen makan

    BalasHapus
  3. Pasti berat ya harus berurusan dengan media online full dalam sehari. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yg udah gak ada kuliah di kelas, ngebayanginnya aja udh berasa exhausted. Di situasi pandemic ini orang-orang pun mulai sadar bahwa melakukan semuanya via online gak serta merta praktis, bisa bikin kita jadi ansos dan enggan untuk berinteraksi, saking seringnya ada di depan laptop atau smartphone. Walaupun nyatanya kita masih belum bisa lepas dari itu semua, semoga bisa tetap jaga kesehatan, ya! Harus banyak istirahat beberapa jam sekali dari pekerjaan.

    BalasHapus