[Review] Novel Kata Karya Rintik Sedu

by - Mei 13, 2020

Baca Juga

Sinopsis Novel Kata

Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku.
-Nugraha, Novel Kata-

Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku.
-Biru, Novel Kata-

Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta.
-Binta, Novel Kata-

Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan.

Detail Buku

Judul Buku:  Kata : Tentang senja yang kehilangan langitnya.
Penulis:  Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu)
Tahun Terbit:  2018
Penerbit:  Gagas Media
Jumlah:  389 Halaman
ISBN :  978-979-780-932-4


Cover Novel Kata

Cover Novel Kata

Pertama kali saya menemukan novel ini di salah satu platfom buku yang cukup hits, wattpad. Dua sejoli dengan latar belakang berwarna jingga cukup membuat saya penasaran di penghujung tahun 2018 lalu. Sampulnya berbahan soft cover dengan nama pena penulis di bagian bawahnya.

Chapter yang tidak lengkap (kurang beberapa bab terakhir) di wattpad membuat saya mau-tidak-mau beralih ke buku cetak untuk mengetahui akhir kisahnya. Di awal tahun 2020 ini. Novel Kata mendapatkan wajah/cover barunya.


Genre Novel Kata

Novel Kata bertemakan kisah cinta remaja di lingkungan perkuliahan. Dimana sang tokoh utama belum bisa melupakan cinta pertama di masalalu hingga suatu saat muncul orang baru dalam hidupnya. Masalah di novel ini berfokus pada konflik batin (perasaan) cinta segi tiga antara Binta, Nugraha, dan Biru.


Tokoh dan Penokohan

Kata bercerita tentang kehidupan seorang gadis bernama Binta, seorang mahasiswi ilmu komunikasi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) yang memiliki sifat keras kepala, suka menyendiri, tidak mudah bergaul, dan sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Satu-satunya teman yang Binta miliki di kampus adalah Cahyo.

Di tengah hari-harinya, Binta tidak sengaja bertemu dengan Nugraha. Mahasiswa Arsitektur yang lebih senior darinya. Sosok Nug, panggilan akrab untuk Nugraha, ditampilkan sebagai seseorang super hero dengan sifat yang sangat sabar dan gigih. Meski Binta selalu mencoba menyuruhnya pergi berkali-kali, Nug selalu berusaha meyakinkan tambatan hatinya tentang keseriusannya dan pantang menyerah.

Tokoh lain yang mewarnai novel ini adalah sosok Biru. Teman masa kecil Senjani (nama khusus yang Biru berikan kepada Binta). Biru merupakan seseorang di masalalu sekaligus cinta pertama bagi Binta yang sangat sulit untuk ia lupakan. Bahkan meski sudah berpisah selama bertahun-tahun, kehadiran Biru selalu Binta nantikan. Berbeda dengan Nugraha yang gigih. Biru memiliki sifat yang pesimis, suka membuat puisi dan berkelana ke berbagai tempat serta di gambarkan menjadi seorang pemuda dengan masa depan yang tidak jelas.

Beberapa tokoh pendukung lainnya bisa kalian temukan di novelnya.


Alur Novel Kata

Novel Kata memiliki alur maju. Menceritakan awal mula kehidupan Senjani bersama Biru kemudian bertemu dengan Nugraha. Konflik mulai memuncak ketika Binta tidak sengaja bertemu dengan Biru dan mempertanyakan arti hubungan mereka yang sebenarnya.


Sudut Pandang

Novel Kata mengadopsi sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dimana Tsana, sang penulis, sangat mengetahui setiap detail kejadian dan konflik batin yang dirasakan oleh setiap tokohnya.


Gaya Bahasa

Penulis menggunakan gaya bahasa sama di setiap Novelnya. Bahasa yang apa adanya, sederhana, namun syarat akan makna. Tidak bisa dipungkiri, hal inilah yang membuat saya jatuh cinta saat pertama kali membaca sinopsisnya.

Penyampaian perasaan yang dialami tokoh digambarkan oleh penulis dengan sangat apik. Novel ini juga mengandung majas-majas yang memperindah gaya bahasanya.


Amanat Cerita Novel Kata

Bagian ini yang membuat saya cukup menyesal. Ya, menyesal kenapa tidak membacanya dari dahulu. Karena kisah dalam novel ini hampir sama seperti kisah cinta saya LOL. Bedanya novel ini berlatar belakang anak kuliahan, sedangkan saya SMA. Biar curcolnya nggak kebanyakan, berikut adalah amanat yang saya dapatkan setelah membaca novel Kata ini.


Berusahalah jujur dengan perasaan sendiri

Banyak orang yang lebih memilih untuk memendam perasaan dengan alasan kebaikan orang yang disayang. Padahal tidak selamanya begitu. Bisa jadi orang yang kita sayang justru menunggu kita untuk menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Kan bisa berabe kalau sama-sama nunggu dan saling tidak mau tahu. Nanti kalau sudah ada orang lain yang hadir di salah satu pihak, baru deh menyesal. Terlambat menyadari perasaanya.


Belajar untuk Berdamai dengan Masalalu

Siapa nih yang belum bisa move on dari masalalunya? Apasih yang ditunggu? Belum cukup sakit hatinya?

Emang sih melupakan itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Deket udah lama. Kemana-mana selalu berdua. Nggak taunya ditinggal begitu aja tanpa alasan. Kalau quotes andalan saya sih ;
Sebenarnya pergimu atas salahku yang mana? 

Buat kalian yang belum bisa move on, ayolah sadar sobat. Masih banyak yang harus kamu perjuangkan. Masih banyak yang sayang dengan kamu. Jangan membuang-buang waktu untuk seseorang yang sudah tidak perduli pada hidupmu.


Boleh Cinta tapi Jangan Jadi Buta.

Ibarat pribahasa ; kalau sudah cinta, tai kucing jadi rasa coklat. Saat kita terlalu fokus mencintai seseorang, sekitar kita jadi terasa ngeblur. Mirip-mirip sama fitur auto fokus di kamera. Semua hal yang difikirkan tentang seseorang yang kita cinta. Sampai-sampai dibuat buta dengan keberadaan di sekitar. Kalau ada orang yang mencintai kita dengan tuluspun akhirnya akan tersingkir. Perjuangannya terlihat tidak ada artinya.


Berusalah Tegas dalam Mengambil Keputusan

Cinta segitiga itu rumit. Jadi sangat dibutuhkan suatu keputusan yang tegas. Lebih cepat lebih baik. Bisa jadi kita merasa nyaman saat bersama A. Tapi fikiran selalu bersama B. Semua itu ilusi. Nggak ada yang namanya cinta segitiga. Cuma kamu saja yang belum paham perasaanmu untuk siapa.


Menikah Bukan Hanya Tentang Cinta tapi Komitmen

Hadeuh jaman sekarang memang sudah tidak terhitung lagi cerita perceraian. Mirisnya, perceraian itu harus terjadi karena orang ketiga. Lagi-lagi siapa yang menjadi korban? Anak.


Quotes Favorit di Novel Kata

Ada beberapa kutipan yang sangat saya sukai dari Novel ini.

Cinta tak perlu memiliki, karena ujung dari rasa sayang bkn kepemilikan, tapi keikhlasan.
-Novel kata, Rintik Sedu-


Perempuan itu harus pintar, bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk jadi kaya, tapi untuk melahirkan anak yang pintar seperti ibunya. Lagi pula, perempuan harus punya pendidikan karena dari situ ia dihargai."
-Novel kata, Rintik Sedu-

Sebenarnya ada banyak kutipan yang sangat relate dengan kehidupan. Tapi kedua kutipan di atas adalah favotit saya.


Keunggulan Buku

Saya sangat menyukai gaya bahasa Tsana yang sederhana dan mudah dipahami. Di setiap babnya, ada ilustrasi pendukung yang memanjakan mata pembaca setelah berlelah-lelah menjelajahi huruf demi huruf.


Kekurangan Buku

Meskipun buku ini menjadi best seller bahkan selama berbulan-bulan lamanya, tidak menuntut kemungkinan adanya kesalahan bukan?

Beberapa kali saya sempat menemukan kesalahan kata di novel ini. Kalimat yang seharusnya dirasakan oleh tokoh A justru di tulis menjadi tokoh B. Juga terdapat 2-3 kesalahan tulisan lainnya.

Di awal ceritapun saya merasa sedikit janggal. Binta digambarkan memiliki sifat yang sulit untuk bersosialisasi namun justru dekat dengan ibu-ibu penjual nasi uduk dan bahkan memeluknya. Konsistensi karakter sangat kurang di sini.


Rekomendasi Novel Kata

Menurut saya, novel ini sangat cocok untuk pecinta genre roman teenlit. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca para remaja. Atau mungkin kamu punya doi yang nggak peka dan belum bisa move on dari masa lalunya? Novel Kata ini bisa jadi solusi yang tepat untuk menyadarkannya.


Rate : 4.1/5 ⭐⭐⭐⭐

With love,


You May Also Like

54 Comments

  1. Quotes "Sebenarnya pergimu atas kesalahanku yang mana??" Nampol inih, jadi langsung punya ide cerita akunya. Novelnya sepertinya menarik juga. Berburu juga ahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, itu qotes nggak sengaja muncul di kepala saya waktu ditinggal doi tanpa alasan. Kebiasaan kalau lagi galau saya suka mendadak jadi bijak hehehe

      Hapus
  2. Suka dengan kutipan mengenai perempuannya. Apa karena saya juga perempuan ya, hehe. Kutipannya bikin semangat dan sesuai dengan kondisi saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak, buku ini kebanyakan kalimatnya berasa ngena banget jadi pengen saya kutip semua tapi takut kebanyakan

      Hapus
  3. Tampaknya menarik juga novel ini. Mungkin saya perlu juga sekali-sekali baca novel di genre ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget kak Anang, ceritanya tentang kehidupan remaja jadi bisa bikin nostalgia

      Hapus
  4. Aku uda lama nih ga baca novel remaja dan tetang percintaan. Apa lagi ini cerita tentang cinta segitiga. suka gemes sendiri bacanya, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga demen banget kak baca cerita roman. Apalagi pas baca cerita ini, jadi nangis bombay

      Hapus
  5. Beli ahh besok sebelum kisahnya diangkat ke layar lebar. Bisa diambil pelajaran juga untuk saya yang sedang mengalami cinta segitiga dan konflik batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita ini dominan konflik batin. Pembawaanya pun sederhana banget, pilihan kalimat yang dirangkai penulis selalu ngena dan pas banget sama realita

      Hapus
  6. Saya sangat suka dengan novel ini, udh saya beli juga novelnya. Pemilihan diksi sangat apik dan penuh dengan makna kiasan mendalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bang, memang terasa nampol banget kata-katanya

      Hapus
  7. "Sebenarnya pergimu atas kesalahanku yang mana?" dapat jadi andalan nih hehehe tidak hanya kepada doi maupun teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whaa iya bener banget, apalagi kalau temennya pergi pas lagi butuh hehehe

      Hapus
  8. Cinta boleh, bucin jangan wkwk. Keknya sekarang emang hits cerita wattpad yang naik cetak. Duh jadi kangen baca teenlit, kayanya seru nih si Binta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, dari saya SMA sudah banyak cerita wattpad yang naik cetak. Cuma rintik sedu ini sendiri mulai nulis dari blognya, cerita pendek gtu

      Hapus
  9. Seru nih kayanya novel tentang asmara. sudah lama ga menikmati novel remaja, terakhir baca wattpad yang ceritanya tentang pernikahan juga, lupa deh jdulnya ap. Yang tokoh wanitanya bercerai terus nikah lagi sama temennya yang mualaf. itu juga seru banyak nilai agama yang disisipi jadi ga menye2 cinta doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah judulnya apa nih kak shaf? Saya jadi penasaran, saya juga suka baca novel tema spiritual romance

      Hapus
  10. Roman teenlit memang selalu asyik dibaca, bumbunya yg bikin sedap he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, apalagi kalau masaknya dengan gaya bahasa yang menarik. Pasti bikin pembaca betah

      Hapus
  11. Rintik Sendu ini memang lagi populer yaa. Tapi aku belum baca bukunya satu pun. Jadi penasaran judulnya yg 1 ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh di coba kak, buku geez dan ann juga bagus. Akan ada filmnya juga

      Hapus
  12. kayaknya bagus di baca ama para jomblowers, supaya stop masih mengharap dan belum move on dari cinta pertamanya. Karena kebanyakan jomblowers adalah sang penungggu hikss (curhat).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa jadi kak, apalagi jomblo banyak yang gabut

      Hapus
  13. Kelihatanya bagus bgt novelnya, apalagi pas kutipan Cinta tak perlu memiliki, karena ujung dari rasa sayang bkn kepemilikan, tapi keikhlasan.
    Jleb banget tuh. Pasti isinya bikin baper yang baca nih. Bikin penasaran aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, yang bikin saya penasaran juga karena kutipan-kutipannya

      Hapus
  14. Boleh cinta, tp jangan buta huhu
    Buta sendiri loh mbak hehe
    Novelnya kmbgs, apalagi bahasa sederhana apa adanya. Tq reviewnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh jangan jadi buta sendiri, berdua aja kalau bisa hahaha. Sama-sama kak

      Hapus
  15. Jadi ceritanya, cinta Binta dan Nugraha dihiasi Biru kah? Eksplorasi kisah cinta remaja memang tiada batas ya, tak pernah kering.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi namanya juga masih remaja bang doel, kadang imaji lebih mendominasi dari realita

      Hapus
  16. Saya langsung punya feel yang sama saat menemukan quotes

    -Sebenarnya pergimu atas salahku yang mana-

    Dari sinopsis sepertinya novel Kata ini layak buru deh.

    Meski memiliki cerita -pasaran- yaitu cinta segitiga.

    Namun amanat yg didapat cukup ngena bagi remaja -buta cinta-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, bener banget. novel ini juga bisa bikin pembaca lebih memahami perasaanya sendiri

      Hapus
  17. Menarik! Kisah yang banyak ditemui di kehidupan nyata. Bahkan ada yang sampai punya anak yang sudah remaja. ada juga yang "halu" dengan masa lalunya. katanya cinta pertama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh kok bisa begitu ya, Apa ndak kasihan sama anaknya?

      Hapus
  18. Duh, andai yuni baca novel ini pasti baper maksimal. Tapi khawatir berlarut-larut.

    Yuni suka begitu soalnya. Bapernya bisa sampai berhari-hari. Hehe he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga orang yang baperan mba, tapi juga harus tau diri dan tau waktu. Jangan sampai terlalu berlarut-larut tenggelam dalam imaji hehe

      Hapus
  19. Belasan tahun lalu saya adalah penggemar novel2 teenlit dengan alur cerita kek gini nih. Love triangle, atau segi empat sekalian. Wkwkwk. Yg menarik itu adalah pengambil latar belakang novelnya. Ada yg backgroundnya kehidupan kampus, ada yg petualangan di alam, ada yg di tempat kerja. Walau pun sebagian orang mungkin bosan dengan gaya ceritanya, tapi saya selalu menikmatinya. Kalo sekarang selera baca saya udah ganti lagi. Teenlit udah lama saya tinggalkan. Menarik kok ini novelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa banyak sekali ya riwayat daftar bacaanya kak, memang selera orang bisa berubah-ubah kapan aja, karena nggak ada yang abadi selama di dunia

      Hapus
  20. Novel ini intinya belajar move on dari masa lalu ya kak...hihi..klo sy mah udah tutup buku klo udah liwat satu episode masa lalu gak pernah mau nyimpen kenangan masa lalu baik yg manis maupun yg pahit..sayang aja kapasitas memori otak sy..wkwk jd curcol.. bagus resensi novel nya.. i like it..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya suka nih prinsipnya kak bayu, tapi sayang belum bisa saya laksanakan haahhaha tak belajar lagi deh. Mau dilupain kok sulit, tapi kalau nggak di lupain kok ya sakit. Jadi serba salah sama diri sendiri eh jd curcol jugaa hahaha

      Hapus
  21. wah udah lama banget enggak baca novel beginian sejak menikah haha, mungkin udah beda masanya ya. tapi emang dulu pas lagi galau-galaunya kapan nikah, bacaan begini tuh memotivasi loh. apalagi jika banyak hal-hal yang menginspirasi. wah buku bagus itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak, semua bacaan seharusnya memotivasi. Kalau bagi saya arti dari sebuah buku itu bisa menginspirasi dan memberikan pelajaran dari pembacanya

      Hapus
  22. Wah jadi penasaran sama bukunya, aku juga termasuk orang yang suka baca dan suka nulis novel kak. Ini kalau mau order bukunya gimana kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di gramedia kok kak, kalau lagi psbb gini bisa pesen online. Penulis bukunya sendiri, rintik sedu, menyarankan untuk beli di bukuakik

      Hapus
  23. Ehmmm boleh cinta tapi jangan buta, bagus juga novelnya ya hidup harus terus berjalan ya walau ada masa lalu yang pahit , dan juga suatu ketegasan juga. Menikah adalah komitmen dan kontrak seumur hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak boleh main-main ya mbak kalau udah bahas soal nikah, termasuk semua hal yang menyangkut perasaan juga

      Hapus
  24. Aku kok suka ya sama quote cinta segitiganya. Mak jleb, gitu. Iya sih, yang namanya perasaan memang ada baiknya diungkapkan. Masalah diterima atau nggak sih belakangan. Daripada kelamaan dipendam, begitu nembak, eh ternyata malah disodorin undangan, kan lebih pahit, wkwkwk ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah nggak pahit lagi itu mbak Mel hahaha, memang harus berani mengungkapkan kalau nggak mau menyesal dihari kemudian

      Hapus
  25. Wah saya pernah ngereview buku ini di blog. Bukunya memang nyes, asik menurutku. Pemilihan kata dalam bukunya juga gak ngebosenin. Walau tentang cinta yang agak mainstraim, tapi penyampaiannya dibungkus dengan apik jadi suka deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga jatuh cinta sama gaya penulisannya, memang nggak ada dua. Tulisan Rintik Sedu, terlalu kelewat jujur si, kadang tulisannya lebih ngertiin hati dibanding dengan pemiliknya sendiri

      Hapus
  26. bukunya sangat bagus dan memeneuhi kata" yg buat orang jadi penasaran hehe

    BalasHapus
  27. Rintik sedu emang lagi hits ya di kalangan pembaca khususnya remaja. Tempo hari pernah lihat book signingnya panjang banget yang antre

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, mayoritas pembacanya remaja. Saya sempat ingin ikut meet and greatnya tapi nggak pernah bisa kesampaian

      Hapus
  28. selalu salut sama yang konsisten review buku
    aku sih tidak menyukai rintik sedu, terlebih dia mengaku-aku karyanya sebagai mahakarya
    kadang aku geli sendiri jadinya

    BalasHapus