Andayani Rhani

Jumat, 16 Agustus 2019

Arah Langkah
Agustus 16, 20190 Comments

Saat ku arahkan langkah untuk bersua denganmu di utara
Kau justru beralih ke arah tenggara
Kenapa tak berbalik arah saja?
Bukankah itu akan memudahkan kita untuk lebih cepat bertemu?
Catatan putih mengalun lembut dalam fikirku
Aku tak ingin menciptakan catatan gelap terhadap tindakanmu
Tidak, aku percaya bahwa dirimu tak ubahnya seperti langit
Selalu setia kepada mataharinya

Waktu kian bertambah,
Begitu pula dengan langkah
Sejauh jarak yang telah berlalu,
Kau tak pernah menoleh sedikitpun ke arahku

Bahkan saat langkahku terhenti,
Sebab salah satu kaki tertusuk duri
Atau saat diri ini hampir terperosok ke dalam jurang yang curam
Kau tetap acuh dengan langkahmu yang begitu angkuh

Ingin ku berlari
Namun sepasang kaki yang telah berjalan tersendat ini seakan tak pernah mau merestui
Kau selalu ciptakan jarak dimana selalu ada saja tanaman berduri
Sebenarnya apa maksud dari semua ini?
Bahkan untuk bertemu saja,
Kau harus membuatku tersakiti berkali-kali

Langit semakin gelap
Cahaya sang surya mulai meredup di ufuk barat
Saat itu jua, aku mendapatkan semua jawaban
Ternyata selama ini aku salah
Sang langit itu…
Ia tak benar-benar setia kepada mataharinya
Ada suatu waktu dimana ia hanya akan berdua bersama sang rembulan
Dipandu dengan pijaran para bintang
Dan matahari itu,
Ia hanya bisa menerima garis takdir
Sebab sekuat apapun untuk melawan
Langit tak pernah bisa ia miliki seutuhnya
Tak pernah benar-benar ada untuk selalu bersamanya.

7.8.19

 

Reading Time:

Selasa, 13 Agustus 2019

[Review] Kisah Nyata di Balik Novel Bidadari untuk Dewa Karya Asma Nadia
Agustus 13, 20190 Comments

Judul buku                      : Bidadari untuk Dewa
Pengarang                      : Asma Nadia
Tahun terbit                    : 2017
Penerbit                          : KMO Publishing
Kota                                  : Semarang
Jumlah halaman            : 528 halaman
Ukuran buku                  : 14 x 20,5 x 3.5 cm


Asma Nadia memiliki nama asli Asmarani Rosalba. Perempuan manis berkulit putih ini lahir di Jakarta tanggal 26 Maret 1972 dari pasangan Amin Usman dan Maria Eri Susanti yang merupakan seorang mualaf berdarah Tionghoa. Asma nadia memiliki seorang kakak perempuan bernama Helvy Tiana Rosa, dia juga memiliki adik laki-laki bernama Aeron Tomino.

Penulis ini aktif melakukan perjalanan baik di dalam maupun luar negeri untuk menjadi pembicara di berbagai acara. Kemampuannya yang sudah sangat diakui membuatnya menjadi salah satu tokoh yang bisa menularkan inspirasi dan ilmu terutama di bidang sastra. Bahkan pada tahun 2009 Asma melakukan perjalanan keliling Eropa untuk mengisi seminar di beberapa kota seperti Jenewa, Berlin, Roma, Manchester dan Newcastle.

Karyanya yang bernuansa islami juga hingga ada beberapa yang telah diangkat ke layar lebar memang sangat menarik. Film-film dari buku Asma yang telah menghiasi dunia seni peran di Indonesia dintaranya adalah Assalamualaikum Beijing, Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Surga yang tak dirindukan.

Novel Bidadari untuk Dewa ini merupakan novel ke-54nya yang terinspirasi dari realita kehidupan seorang Dewa Eka Prayoga yang dikenal sebagai seorang pebisnis muda. Dia memiliki julukan “Dewa Selling”,  karena kepiawaiannya dalam berjualan. Memang tak mengherankan bila omset bisnisnya saat ini sudah mencapai milyaran rupiah perbulannya. Namun, yang sangat istimewa dari Kang Dewa adalah sifatnya dan pembawaannya yang tetap low profile. Jauh dari kesan glamor, gaya bicaranya sangat gaul dan anak muda sekali, tak mengada-ada, dan apa  yang disampaikan adalah hasil dari pengalaman pribadinya. Unsur agama sangat lekat dalam kata-kata dan keseharian Kang Dewa, mungkin inilah yang akhirnya menjadikannya sebagai sosok idola yang banyak menginspirasi para pemuda dan pebisnis ataupun orang-orang yang baru mulai terjun dalam dunia bisnis termasuk penulis sendiri tentunya.

Di usianya yang belum genap dua puluh tahun, dia sudah mampu menghasilkan uang sebanyak 1 miliar. Namun nasib malang tak dapat Dewa tendang. Hutang piutang sebesar 7,7 miliar akibat dikhianati rekan bisnisnya mau tak-mau harus menjadi tanggungannya. Caci maki, hujatan bahkan ancaman dari para investor terus menghantui Dewa dan keluarga kecilnya setiap hari. 

Sebelum terlalu jauh menyelami dunia keputusasaan, dia teringat akan bidadarinya yang tengah mengandung pangerannya. Sosok Dewa kembali bangkit. Meski harus tertatih-tatih mengais pundi-pundi rupiah dengan berjualan ceker setan buatan istrinya, serta menulis sebuah buku yang berisi tips-tips menjadi wirausahawan sukses.

Tak lama berselang, saat karirnya kembali memuncak sebuah godaan kembali hadir dalam hidupnya. Cinta pertama di masa lalunya kembali hadir dan hampir memporak-porandakan keluarga kecilnya. Tetapi kekuatan cinta dan perjuangan mampu membuat Dewa mempertahankan kebahagiannya. Kehidupannya terus berlanjut hingga suatu ketika sebuah penyakit langka menyerangnya. Penyakit itu adalah GBS (Guillain Barre Syndrome) yang hampir saja merenggut nyawanya.

Di ujung ujian yang hampir memadamkan, Dewa kembali bangkit dan berjuang layaknya Hercules yang mengamuk. Bukan kemarahan atau racun mematikan yang di keluarkannya, melainkan semangat kekuatan sujud dan penyerahan diri secara total urusananya kepada sang Ilahi.

Buku tertebal yang ditulis oleh Asma Nadia ini memiliki segudang keunggulan, di antaranya yakni, telah mendapatkan cap best seller, cerita yang sangat inspiratif dan memotivasi, di isi oleh problematika kehidupan yang kompleks dan sangat akrab dengan masalah di lingkungan sekitar, pilihan bahasa yang dipilih penulis berhasil mengobrak-abrik perasaan saya sebagai pembaca. Seringkali saya harus menjeda acara membaca saya karena terlaru larut dalam perasaan hingga tidak sadar jika pelupuk mata sudah dipenuhi oleh embun air mata, dan yang paling saya suka adalah penulis berhasil memadukan sebuah kisah nyata dengan mitologi para dewa dan dewi Yunani.

            Hampir tidak ada kekurangan dalam novel ini. Hanya saja banyaknya halaman buku yang lebih dari lima ratus lembar membuat orang yang tidak terbiasa dan tidak hobi membaca berfikir dua kali saat pertama kali melihat untuk membacanya.

            Namun secara keseluruhan, buku yang sangat luar biasa dan menginspirasi ini sangat layak untuk dibaca oleh masyarakat umum dari semua kalangan, terutama bagi para muda-mudi agar dapat belajar ketabahan dan kegigihan dalam menjalani dunia usaha serta dunia rumah tangga yang sesungguhnya. Khususnya bagi pasangan baru agar belajar tentang arti tanggung jawab yang sebenarnya.

Reading Time:

Selasa, 23 Juli 2019

[Review] Green Tea Latte Face Mask
Juli 23, 20191 Comments
Pada kesempatan kali ini saya akan mereview tentang salah satu masker hits brand Emina yaitu Green Tea Latte Face Mask. Latar belakang saya beli masker ini karena beberapa bulan yang lalu saya membuka jastip untuk salah seorang teman. Dia sering banget beli masker ini sampai saya jadi penasaran sendiri sama produknya. Karena selain penggila masker saya juga sangat addicted banget sama green tea, so tanpa ragu saya tambahin aja deh masker ini ke keranjang belanjaan pribadi saya juga. 

Tapi sebelum saya mulai reviewnya, kita kenalan dulu yuk sama masker satu ini.



Masker Green Tea Latte Face Mask ini memiliki warna hijau muda persis seperti warna hijau yang ada pada kemasannya. Namun setelah diaplikasikan pada kulit, maka warnanya akan berubah menjadi transparan.



Masker ini terbuat dari kombinasi ekstrak susu dan teh hijau yang mengklam bisa membuat moodmu lebih baik dan memberikan sensasi kulit yang lebih halus, elastis dan segar.

Cara pakainya seperti masker pada umumnya. Cukup dioleskan pada wajah yang telah dibersihkan dan diamkan selama 15-20 menit. Kemudian bilas dengan air hingga bersih. Penggunaan masker ini juga nggak perlu berlebihan ya guys, cukup dua kali saja dalam seminggu.

Lalu bagaimana review produknya?

Terkstur masker hijau ini cukup creamy dan sangat lengket.

Saat menggunakan masker ini wajah saya sedikit bereaksi seperti ada rasa panasnya gitu dan agak memerah. Tapi bisa aja ini nggak berlaku di kulitmu ya guys, karena memang reaksi yang kita dapatkan itu berbeda-beda tergantung jenis kulit masing-masing.

Aroma green tea masker ini juga kuat banget. Cocok untuk relaksasi dan memanjakan wajah di malam hari. Buat kalian yang nggak suka bau menyengat mungkin agak terganggu karena aromanya sangat kuat dan aneh seperti campuran bahan kimia gitu. Tapi lama kelamaan aroma ini akan berangsur menghilang kok.

Sama seperti klaim yang tertera di kemasannya. Setelah dibilas, masker ini memang bisa membuat kulit wajah saya lebih lembut dari sebelumnya.

Kelebihan, dari masker ini menurut saya adalah keawetannya. Isinya yang 60ml untuk harga masker 30ribuan membuat produk ini tergolong hemat pake banget. Apalagi untuk remaja seperti kita. Saya beli produk ini waktu jaman ngekos setengah tahun yang lalu sampai sekarang isinya baru berkurang setengah aja. 

Dari 1-10, aku rate produk ini 7,5. 

Tapi kalau kalian tanya saya bakal repurchase produk ini atau enggak aku bakal jawab, no. Karena emang saya nggak suka aja sensasinya yang panas di wajah saat makenya terlebih lagi wajah saya beruntusan setelah memakai produk ini lagi beberapa bulan yang lalu huhuhu, pokoknya say no lah. Buat kalian yang cocok sama produk ini bisa komen aja aku kasih gratis tak pe, daripada mubazir tak terpakai.

Jadi itu itulah review produk pertama saya kali ini. Terimakasih ya udah baca. Sampai jumpa di beauty post selanjutnya!
Sayonaraaa... 

Best Regards,


Reading Time:

Senin, 22 Juli 2019

Selesai Sebelum Dimulai
Juli 22, 20190 Comments
Something different in yourself makes you special for me.


Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan kalimat yang sudah mengakar di kepala?
Katamu aku special? Tapi kenapa rasanya kini, kata-katamu seperti seorang pembual?
Dulu aku pernah menjadi seseorang yang begitu kau cintai, kau lindungi.
Namun sekarang keadaan berbalik, aku jusrtu menjadi orang yang paling kau hindari keberadaanya.
Rasanya lebih menyesakkan daripada divonis hukuman mati.
Bahkan untuk memandang ke arahku saja kau tak sudi.
Pertanyaanku pun tak pernah kau tanggapi.

Letih, jika tahu lebih dulu seperti ini akhirnya.
Aku akan memilih terlebih dahulu untuk menepi.
Mengunci hati, agar tak ada sedikitpun celah untukmu masuk kembali.
Namun, manusia biasa sepertiku bisa apa?
Hanya membiarkan takdir memainkan skenarionya.

Re, sampai detik ini pun hatiku masih bertanya,
pergimu atas salahku yang mana?
Kenapa dirimu selalu menganggap aku seperti orang asing yang tak pernah ada?
Jika memang tidak ada lagi cinta, bukankah lebih bijak jika kita menjadi teman saja? 
Tetapi dirimu terlalu dingin untukku yang hangat.
Adaku hanya akan membuatmu sekarat.
Nyatanya, semesta tak merestui kita untuk meneruskan cerita ini.
Kau hilang lebih cepat daripada kerlipan bintang.
Kisah ini lebih dulu selesai, bahkan sebelum kita mulai.

Dulu aku pernah membencimu, sangat.
Setiap melihatmu seperti kepalan bom waktu yang selalu berjalan mengejar langkahku.
Benar katamu, kita ini berbeda.
Jika kau selatan, aku adalah utaranya.
Bila kau air, maka aku adalah apinya.
Seharusnya dari awal kita tak perlu memaksakan takdir untuk bersatu,
jika akhirnya aku hanya seperti batu yang begitu mudah kau buang semaumu.
Seharusnya akupun sadar jika nasibku akan sama seperti kau menyingkirkan masalalumu, dulu.

Kau membawa kebahagiaan dengan fatamorgana yang begitu sempurna.
Saat aku terlena, kau tenggelamkan aku dalam palung terdalam.
Jujur, aku tak pernah sedikitpun berharap padamu tapi takdirlah yang membawaku.

Seirama dengan melodi dan nada,
apalagi yang bisa aku terima selain merelakanmu yang sudah berjalan mengganti haluan.
Meninggalkanku dalam kegelapan 
tanpa memberiku sedikitpun cahaya sebagai tumpuan untuk melanjutkan perjalanan. 

Cahayaku padam. 
Tak cukup bahan bakar.
Saat itu baru kusadari kesalahanku selama ini.
Seharusnya aku tidak terobsesi menjadi seseorang yang berarti.
Akan lebih baik jika aku berusaha menjadi seseorang yang tak terganti.
Karena seberarti apapun diriku, tak akan pernah cukup bagimu.

22 July '19

Reading Time:

Senin, 08 Juli 2019

Cara Memperbaiki Layar Laptop Blank (Reball Chipset VGA) Tanpa Biaya
Juli 08, 20190 Comments
Beberapa waktu lalu saya sempat “mogok” nulis. Selain kesibukan tersendiri, laptop ternyata sedang nggak mau diajak bersahabat. Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba layar laptop dipenuhi garis-garis hitam putih kemudian berubah seperti tayangan tv tanpa antena. Bisa bayangin kayak apa? Atau kalian justru sedang mengalami hal yang sama?



Kurang lebih begitulah penampakan kondisi layar my lepi. Saat itu juga saya langsung tancap gas cari kontak tukang servis laptop di salah satu sosial media kemudian menyampaikan keluhan dan bertanya perihal apa jenis kerusakan my lepi. Dan ternyata, oh ternyata. My lepi ini mengalami kerusakan yang bisa dibilang cukup parah. Kata abangnya sih harus Reball Chipset VGA yang biayanya ga bisa dianggap sepele, apalagi buat kaum pelajar. Terlebih lagi kata abang servisnya, kalau bisa dibenerin pun nggak ada jaminan laptopnya nggak akan begitu (rusak) lagi. Jadi lebih baik dijual ajaa ;( huaaaa…

Setelah saya anggurin beberapa hari, akhirnya saya memberanikan diri untuk memperbaikinya (lebih tepatnya mengotak-atiknya) sendiri. Sejujurnya, saya sama sekali nggak punya ilmu tentang elektro apalagi mesin dan sejenisnya. Semua mengalir begitu aja. Dan di waktu itu pula aku ngerasa Firman Allah itu memang bener-bener-bener banget dan nggak ada satupun keraguan di dalamnya. Bahkan Allah ulangi hingga dua kali. Faa inna ma’al ‘usri yusra. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips & trik untuk memperbaiki laptop yang mengalami kerusakan layar tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun berdasarkan pengalaman tadi pagi hihihi....

Namun sebelumnya perlu kalian ketahui Reball Chipset Vga adalah proses penggantian komponen laptop berupa kaki-kaki baru pada chipset.

Lalu bagaimana tips dan triknya? Yuk simak beberapa langkah di bawah ini :

1. Refresh layar
Untuk kasus gangguan layar yang kecil, seperti layar berkedip atau muncul semut-semut kecil yang nakal. Cara ini udah cukup worth it. Cukup dengan menekan touchpad button sisi kanan lalu pilih menu refresh. Jalan pintasnya kalian bisa klik keyboard f5.

2. Sesuaikan sudut laptop
Selanjutnya, jika merefresh layar tidak berpengaruh apa-apa coba atur sudut kemiringan layar laptop sedemikian rupa hingga layar laptop tidak mengalami gangguan lagi. Karena bisa jadi terdapat salah satu komponen di dalam laptop yang bermasalah. Pada awalnya saya pakai trik ini sekitar 3-5 kali tapi akhirnya malah ngelunjak, huhuhu sedih L


3. Ubah kecerahan di pengaturan batrai

Jika point ke 2 nggak cukup untuk mengatasi gangguan layar, kamu bisa ubah pengaturan kecerahan dari balanced ke power saver. Karena besar kecilnya kecerahan juga mempengaruhi cara kerja layar loh guys.









4.Ubah ukuran tampilan


    Ini adalah cara terakhir dan terparipurna yang sudah saya coba. Nggak pernah terlintas difikiranku sama sekali untuk melakukan hal ini. Namun entah kenapa, di sela-sela layar yang nggak bisa terbaca bahkan nggak layak untuk dilihat sama sekali, jariku tanpa sengaja mengklik tombol screen resolution. Akupun coba-coba untuk menurunkan resolusi layar. Dan hasilnyaaaaa….






Setelah bergelut semalam penuh hingga lupa tidur, rasanya perjuangan saya seperti dibayar kontan, no kredit-kredit club. Alhamdulillah, My Lepi is back! 😊


                                             
Itulah penampakan my lepi  setelah berhasil saya perbaiki. Saya sendiri nggak nyangka bisa ngatasin masalah lepi yang aku fikir udah stadium akut ini. Dan kabar baiknya kalian yang punya masalah yang sama nggak butuh uang sepeserpun apalagi energy lebih untuk membongkar pasang laptop.

Saya sendiri hanya perlu modal DUIT ; doa usaha ikhtiar dan tawakal :v Saya nggak bisa bayangin kalau saya stuck begitu aja menunggu nasib sambil nabung sampai setengah juta demi memperbaiki my lepi yang sebenarnya kalau mau inisiatif sedikit masih bisa diperbaiki. 

Semoga tips kali ini bisa bermanfaat buat semua yaa... Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan pada kolom komentar yaa guys CMIIW and see you 😃

Best Regards,




Reading Time:

@andayanirhani