[Jourans] Journey of Rhans

Senin, 11 November 2019

Nightmare on The Final Night of The School Ambassador
November 11, 2019 3 Comments
andayanirhani.com - Be a princess from The best Empire is a dream for majority of girls, included me. Lifeing with a beautiful dress. Having a kind and completed family. Everything that we need is always there. Oupss, it's life in a Fairyland.

When I was a child, each person asked me,

"What will you be?".

And then I answered with high confidence,

 "I will be a princess or the main character in my life, finding a kind Prince and then we fall in love."

But in fact, life is more weight than world. And sometimes, life is more painful than pain itself.

The more I mature, it faced me with a more choice, challenge, pain and love.

Fortunately, my dream became true. In last year, I won and was The School Ambassador.

One thing you should know that this dream didn't easy to reach. I had to do a written test, talent appeatance, and an interview in public.

I wore a beautiful drees, radiant accessories, and five centimeter high heel shoes. Although the spotlight and large stage made me nervous. I tried to be professional and enjoying every step.

Everything felt beautiful that night before a nightmare came.

Doc. Jourasik 2018

After the award event was end. I look our last message from my phonescreen. I sent a message for him since I was makeuping and still unread.

"What's wrong?
Am I not beautiful tonight? Did I embarrass him?" I asked myself with teary eyes.

And one thing that made me hurt so much was, he still online but didn't reply to my messages.
Sam Smith said : it's sad but it's true :')

On that night, I sat like a human who lost his life. Hoping for an impossibility that never come true. I just can prayed and asked my Lord,

"Even though I only asked for a taking photo together, why is it so impossible like a star who wants the sky in the daytime?

I hope, whatever will happen today, is the best answer for tomorrow."

Five minutes, thirty minutes, one hours, and till  the event ended, everything never happened. Stupidly, I was waiting for him.

When I was leaving with a hollow step, someone held me back. My best friend asked me to take picture together.

However, when we were preparing to take photos. A man passed in front of me. I immediately pulled and asked him to take a photo together. Only twice, before he said,

"I want to go home, hurry up."

I innocently said, "Oh yes, thanks."

At that time I felt to be the happiest girl in the world. God answered my prayer faster than I thought.

But, that night's story wasn't over.  There was a story on the next page that I must go through.

At 11 pm. My best friend was surprised when I told that I took a picture with him.

She told me that she watched him go with another girl -my classmate-.

Spectacular plot twist who I never had before. This is the worst memory that I will never be forgotten. And It reasons why i never love again (till now).

I won on stage but I couldn't win his heart. Hahahaha....

And now,  I relized the reason why become adult fast is the biggest mistake in childhood ; Broken heart is more complicated than girls' minds.

From that night I learned that life is only time between the coming and leaving. Every loss is a way to find someone else.

Dear readers, i suggest you to try loveing yourself before loving others. Because, when the person you love hurts you, you still have love for yourself :)

Thanks for reading my personal Journal.
Xoxo,


Reading Time:

Kamis, 07 November 2019

Jalan-Jalan ke Museum Bank Indonesia, Ada Apa Saja?
November 07, 2019 2 Comments

andayanirhani.com - Tour ke Museum Bank Indonesia adalah salah satu agenda dalam serangkaian acara BI Netizen Festifal 2019 yang diselenggarakan oleh pihak Bank Indonesia di kota Jakarta pada awal bulan Maret lalu. Selama Tour di museum ini saya dan anggota lainnya didampingi oleh seorang pemandu yang memberikan penjelasan informatif sekaligus beberapa hal yang boleh dan tidak untuk dilakukan selama perjalanan. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang pengalaman saya selama acara tour tersebut berlangsung ^o^

Museum Bank Indonesia adalah salah satu tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tempat yang dibangun pada tahun 1828 ini beralamat di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat.


Saat pertama kali menginjakan kaki di tempat ini, mata kita akan dimanjakan oleh bentuk bangunan dengan gaya arsitektur khas Belanda. Bangunan yang menjulang tinggi dengan cat putih gading serta pintu dan jendela yang besar.

Di bagian permulaan, pengunjung disuguhi miniatur BI dan ruangan-ruangan yang masih terjaga dengan gaya bangunan tempo dulu.


Selanjutnya ada ruang galeri mata uang dan ruangan khusus untuk menyimpan emas dengan kadar 99.9% seberat 13 kg. Di dalam ruang pameran galeri kita bisa melihat uang berbagai jenis mata uang mulai dari dalam hingga luar negeri.

Pengunjung juga biasa melihat teater dari patung-patung yang menceritakan tentang sejarah keuangan Indonesia hingga krisis moneter yang pernah terjadi di tahun 90an.

Di akhir tour terdapat ruang-ruang tertentu yang sedari dulu digunakan untuk rapat oleh petinggi-petinggi Bank Indonesia, uniknya di setiap sudut ruangan tersebut terdapat wastafel atau tempat pencuci tangan karena pada waktu lampau banyak sekali wabah penyakit menular. Oleh karena itu setiap kali bersalaman oleh pribumi atau rekan kerja petinggi-petinggi tersebut selalu mencuci tangannya.

Menurut saya, kunjungan ke Museum Bank Indonesia ini sangat berkesan. Selain memberikan informasi historis kegiatan ini juga bisa menjadi renungan dan motivasi generasi penerus bangsa dalam menjalani kehidupan yang dinamis. Mulai dari perjuangan bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaanya hingga saat menghadapi berbagai jenis tantangan dan ancaman, semua terangkup dengan apik.

Bagaimana menurutmu tentang perjalanan kali ini?
Berminat berkunjung ke Museum Bank Indonesia?

Salam literasi,


Reading Time:

Jumat, 27 September 2019

[Review] Hotel Bintang Lima : Grand Mercure Harmoni
September 27, 2019 4 Comments
andayanirhani.com - Pada kesempatan ini saya akan membagikan pengalaman sekaligus ulasan saya selama menginap di salah satu hotel bintang yang ada di Jakarta, Grand Mercure Harmoni. 


Bagai mendapat durian runtuh. Agaknya pribahasa itu sangat tepat untuk mewakili perasaan saya pada akhir bulan Februari lalu. Anak SMA ingusan seperti saya ini sangat mustahil rasanya bisa menginap di hotel bintang lima yang biaya sewa permalamnya setara dengan uang saku saya selama setengah tahun. Tapi berkat usaha dan doa dari teman dan juga orang tersayang, nyatanya hal tersebut dapat terwujudkan. Bahkan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias gratisss!

Selama mengikuti rangkaian acara BINETIFEST yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, saya beserta dua ratus peserta lainnya berkesempatan menginap di hotel yang mengusung tema ontentik ini.

Lokasi
🌟🌟🌟🌟🌟

Beralamat di Jl. Hayam Wuruk membuat hotel ini tergolong berada di wilayah Ring 1. Letaknya sangat strategis, dekat dengan istana kepresidenan, kantor pemerintahan, kedutaan besar, pusat perbelanjaan dan tempat strategis lainnya. 

Jika malas keluar hotel, kita bisa memesan makanan yang disediakan hotel. Namun, jika khawatir dengan harganya yang kurang bersahabat kalian bisa memilih delivery order. Dan jika mau berjalan-jalan sebentar kalian bisa mampir ke Gajah Mada Plaza yang ada di sebrang hotel dengan jembatan layang.

Dengan tempat yang indah dan nyaman, hotel ini mamanjakan para tamunya dari awal menginjakan kaki sampai titik pijakan terakhir akan pergi. Saat pertama kali saya sampai di lobi, kesan ramah dan profesional sudah ditampilkan para staff. Mereka menyapa dan tak pernah absen untuk melemparkan senyum kepada para pengunjung. Meski harus mengantre saat cek in, pengunjung tetap bisa bersantai dengan menikmati suasana khas lobi sambil menempatkan diri di beberapa sofa empuk yang tersedia. Selain itu, selama mengantre para pengunjung juga diberi minum jus jeruk. Hmm.. segar.

Ada 6 buah lift di hotel ini. Jadi, sangat jarang sekali waktu terbuang untuk mengantre. Dari segi ruang, lift di hotel ini cukup luas sehingga bisa menampung banyak orang dan nggak perlu takut  berdesakan apalagi kecopetan. Kata terkahir saya tadi kemungkinan terjadinya 24/7 alias mustahil banget gaez.

Room
🌟🌟🌟🌟

Saat pertama kali membuka pintu, lemari panjang di sisi kanan membuat saya bernafas lega. Akhirnya, saya nggak harus berlama-lama menggendong tas panjang seberat tujuh kilo ini. Sejurus kemudian saya meninggalkan beban yang sedari tadi menempel seperti parasit dan beralih untuk mengeksplor ruangan.

Ternyata saya mendapatkan kamar single bed. Kesan pertama kali yang muncul dalam benak saya saat melihat kamar ini adalah perfect! Saya nggak bisa berkata-kata lagi. Agak berlebihan memang, maklum orang desa, eh. Tetapi memang seperti itu nyatanya. Kamar ini sangat bersih, bahkan setiap sudut yang saya hampiri nyaris tidak ada debu atau kotoran sedikitpun. Tempat tidur tertata dengan rapih. Perpaduan warna coklat, orange dan putih membuat kamar ini bernuansa kalem. Terlebih lagi aroma kamar yang sangat khas membuat saya betah berlama-lama di kamar ini. Rasanya pengen balik ke sana lagi hahahaha.... Bahkan saya punya cita-cita lho ingin membuat kamar impian yang persis seperti kamar ini hahahaha... mulai dah, ngaco.

Memang rasanya nggak salah kalau hotel ini dapat bintang lima.


Next yang akan saya bahas adalah fasilitas kamar mandi yang sangat lengkap. Pengunjung nggak perlu repot-repot membawa perlengkapan mandi karena mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki semua peralatan sudah disediakan. Perlengkapan tersebut terdiri dari shamphoo, sabun, conditioner, pelembab kulit, nail kit dan lain-lain. Di sudut kiri cermin juga ada pengering rambut yang bisa digunakan setelah keramas.

Pengunjung juga bisa memilih akan mandi menggunakan air panas, dingin atau sedang. Kloset dan area shower dipisahkan oleh wastafel. Nah, di bagian wastafel ini dilengkapi oleh lampu-lampu yang lightingnya sangat uwu sekali. Ala-ala tumblr dan isntagramable buanget. Cocok buat selfie,  sayaberani jamin setiap cewek pasti bakal betah kalau disuruh selfie di tempat ini hahaha... Kalau kalian lihat fotoku di post ini. Itu adalah satu dari puluhan bukti cekrek kemukhtahiran lightingnya haha, aduh ngapa jadi buka kartu yak.

Nggak jauh berbeda dari hotel lainnya, hotel ini juga dilengkapi dengan :
  • Mini bar paket komplit (kopi, teh, creamer, gula putih, gula merah, dan teman-temannya)
  • Brangkas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brangkas ini letaknya ada di bawah mini bar. 
  • Kulkas mini
  • TV LED yang berhadapan langsung dengan ranjang
  • dan AC juga tentunya
Tetapi ada satu hal yang membuat saya sedikit terkejut gaes, eh kayaknya bukan terkejut tapi apa ya, mungkin lebih tepatnya speechless untuk kedua kalinya. Saat dalam metode eksplore, saya nggak sengaja menemukan kitab Suci Al Quran di dalam loker nakas sebelah ranjang. Saya sangat bersyukur sekali karena persiapan yang mendadak dan tentunya terburu-buru membuat saya nggak sempat membawa Al Quran dari rumah.

Setelah merasa cukup mengeksplore, sekarang saatnya Dora istirahat. Saya memilih menghabiskan waktu senja dengan kopi pahit seraya membuang pandang pada pemukiman padat yang memenuhi tanah Jakarta.

Fasilitas
🌟🌟🌟🌟

Hotel ini memiliki 7 ruang pertemuan dengan berbagai ukuran dan kapasitas tempat duduk yang berbeda-beda. Mulai dari 30 hingga 1000 orang. Sangat cocok sekali digunakan untuk pertemuan, seminar, kongres atau acara besar lainnya.


Pilihan jenis kamarpun beragam, ada tipe superior room, deluxe room, dan bussines suite.

Saat ada waktu luang di malam hari, saya beserta rombongan teman-teman dari Semarang melakukan tour ke lantai lima. Menurut saya, di sana adalah jantung dari tempat ini. Terdapat area SPA, fitnes,  kolam renang yang sangat jernih, sekaligus studio band yang siap memanjakan pengunjung.

But NOTED!!!

Untuk kalian yang punya mata sensitif saya himbau untuk tidak berenang di kolam renangnya apalagi tanpa memakai kacamata renang. Sebenarnya saya sendiri sempat kecolongan. Saya pikir air kolam yang sangat jernih itu bisa bersahabat. Tapi kenyataan yang saya dapat setelah renang, penglihatan saya benar-benar buram. Seperti ada kabut yang menghalangi pandangan. Sayapun sampai nggak bisa membaca kalimat-kalimat yang biasanya tertulis di lingkungan sekitar. Setiap huruf yang saya lihat berubah menjadi dua seperti memiliki bayangan. Saya sangat panik saat itu, bahkan setelah saya buat untuk istirahat (tidur) pun masih buram. Setelah saya cek ternyata kaporit yang ada di kolan itu terlalu banyak dari kolam-kolam yang saya biasa gunakan untuk renang. Tapi saya bersyukur, kurang dari 24 jam mata sudah bisa jernih dan kembali normal berkat bantuan tetes mata dari teman sekamar saya. Terimakasih kak widya ^.^

Pelayanan 
🌟🌟🌟🌟

Pengunjung yang tidak membawa banyak baju nggak perlu cemas akan kehabisan baju karena hotel ini menyediakan penjualan baju di lantai satu, sekiat lobi serta terdapat juga jasa laundry gratis setiap harinya untuk para pengunjung dengan syarat satu stel baju saja yang bisa di laundry secara gratis, kemudian kalau baju nambah? ya tentu tambah biaya lagi hehe...

 Di hari selanjutnya, saya berkesempatan untuk bertemu teman-teman dari penjuru negeri dan sarapan satu meja dengan mereka. Setelah janjian dengan salah satu teman, saya meluncur ke lobi untuk mengisi perut. Menu sarapan yang disediakan hotel ini sangat-sangat-sangat banyak, sangatnya pangkat tiga pokoknya. Mulai dari beraneka ragam jenis nasi, salad, hingga sushi semuanya ada dong. Sampai saya tuh kelamaan bukan karena makan tapi binggung mau mulai dari yang mana duluan . Memang saya ini nggak pinter milih guys fufufufu -eh malah curhat.


But my favorito menu adalah nasi kebuli, sushii roll dan daging sapi asapnya. Setiap pagi saya juga nggak pernah absen minum jamu di kala waktu sarapan tiba. Tetapi, dari analisis saya khususon di hari Minggu, ibu-ibu penjual jamunya tidak ada 😭

Thank U Bank Indonesia dan Grand Mercure  
I hope, I can visit this place again :) -aamiin

Segitu dulu ulasanku tentang hotel berbintang kali ini ya,  see you on next post guys! ^•^
Reading Time:

Minggu, 15 September 2019

[Review] Cerah Seketika dengan Olay Natural White Pinkish Cream
September 15, 20190 Comments
andayanirhani.com - Cerita ini berawal dari satu bulan yang lalu saat saya kehabisan produk day crim. Saya yang sedang berbelanja di minimarket nggak sengaja melihat promo salah satu produk ternama. Dengan harga yang super murce sekali (waktu itu 15 ribuan kalau nggak salah) dari harga normal sekitar 20 ribuan, produk ini berhasil menarik perhatian saya. 

Awalnya saya sedikit ragu untuk membeli karena saya nggak sengaja dengar kabar burung dari teman kalau sering gonta-ganti skincare itu nggak baik dan bisa bikin wajah rusak. Aww :"( Seketika tangan jadi maju mundur cantik, ragu buat beli.

Namun setelah mempertimbangan variabel A, B, C hingga D akhirnya saya memutuskan untuk beli. Oh iya, sebelumnya saya sudah pernah mencoba produk serum dan krim malam dari Olay yang memang super mantul sekali hasilnya.

So, pada kesempatan kali ini saya akan mereview pengalaman saya selama satu bulan menggunakan produk Olay Natural White Pinkish Cream ini. 


Sebelum melangkah lebih jauh kita kenalan dulu yuk! Karena kata pepatah tak kenal maka tak sayang, eh...

Packaging
Rate : 🌟🌟🌟🌟☆ - Dari segi packagingnya sangat unyu sekali. Perpaduan warna pink-putih membuat ciri khas tersendiri dan nggak terkesan lebay. Ukurannya yang mini membuat krim ini mudah dibawa dan nggak memakan banyak tempat penyimpanan. 


Tutupnya berbentuk ulir. Jadi, sedikit nggak friendly kalo digunakan saat genting atau terburu-buru. 

Fyi, krim ini punya 2 jenis kemasan. Ada kemasan gentong yang besar dengan isi 40g dan kemasan travel size isi 20g yang saya beli ini. 

Klaim dan ingredients dari produk ini bisa lihat foto di bawah ini yaa... 


TAKSTUR 
⭐⭐⭐⭐⭐

Krim ini berwarna putih. Namun setelah diaplikasikan akan jadi transparan dan menyatu sama warna kulit.

Teksturnya pas banget, nggak terlalu lengket juga nggak terlalu cair. Krim ini termasuk krim yang mudah banget di blend. Hal yang paling aku suka adalah nggak bikin wajah aku tambah berminyak, tidak meninggalkan white dan komedoan. 


FINSIH
Rate : ⭐⭐⭐⭐☆


Finish dari krim ini di kulitku sedikit mate. Nggak bikin berminyak dan nggak bikin kering juga. 

Setelah menggunakan krim ini wajahku terlihat lebih cerah, fresh, dan nggak kusam. Sesuai dengan klaimnya -natural white- krim ini memang bisa memutihkan secara instan bahkan sejak olesan pertama. Meskipun begitu, krim ini nggak bikin wajah kelihatan dempul dengan warna putih abu-abu kok. 

Di covernya ada kandungan uv filternya, tapi sayang nggak dikasih tau berapa besar spfnya. 

Meskipun punya berbagai macam kelebihan, ternyata krim ini belum punya label halal yang jelas. Kandungan alkohol dan parfum mungkin bisa membuat beberapa jenis kulit mengalami reaksi tertentu. Tapi alhamdulillah, meski kulit ini tergolong jenis sensitif nggak terjadi reaksi apa-apa. 

Selain itu, krim ini juga nggak melembabkan. Jadi aku rekomendasiin kalian buat pake mosturaizer dulu sebelum apply. Krim ini juga nggak bisa menyamarkan bekas beruntusan atau noda hitam secara maksimal dan lagi-lagi kalian harus pake fondi atau concelar untuk menutup kekurangan dengan sempurna. 

Thanks for visiting
Xoxo, 

Reading Time:

Selasa, 23 Juli 2019

[Review] Emina Green Tea Latte Face Mask
Juli 23, 2019 2 Comments
andayanirhani.com - Pada kesempatan kali ini saya akan mereview tentang salah satu masker hits brand Emina yaitu Green Tea Latte Face Mask. Latar belakang saya beli masker ini karena beberapa bulan yang lalu saya membuka jastip untuk salah seorang teman. Dia sering banget beli masker ini sampai saya jadi penasaran sendiri sama produknya. Karena selain penggila masker saya juga sangat addicted banget sama green tea, so tanpa ragu saya tambahin aja deh masker ini ke keranjang belanjaan pribadi saya juga. 

Tapi sebelum saya mulai reviewnya, kita kenalan dulu yuk sama masker satu ini.



Masker Green Tea Latte Face Mask ini memiliki warna hijau muda persis seperti warna hijau yang ada pada kemasannya. Namun setelah diaplikasikan pada kulit, maka warnanya akan berubah menjadi transparan.



Masker ini terbuat dari kombinasi ekstrak susu dan teh hijau yang mengklam bisa membuat moodmu lebih baik dan memberikan sensasi kulit yang lebih halus, elastis dan segar.

Cara pakainya seperti masker pada umumnya. Cukup dioleskan pada wajah yang telah dibersihkan dan diamkan selama 15-20 menit. Kemudian bilas dengan air hingga bersih. Penggunaan masker ini juga nggak perlu berlebihan ya guys, cukup dua kali saja dalam seminggu.

Lalu bagaimana review produknya?

Terkstur masker hijau ini cukup creamy dan sangat lengket.

Saat menggunakan masker ini wajah saya sedikit bereaksi seperti ada rasa panasnya gitu dan agak memerah. Tapi bisa aja ini nggak berlaku di kulitmu ya guys, karena memang reaksi yang kita dapatkan itu berbeda-beda tergantung jenis kulit masing-masing.

Aroma green tea masker ini juga kuat banget. Cocok untuk relaksasi dan memanjakan wajah di malam hari. Buat kalian yang nggak suka bau menyengat mungkin agak terganggu karena aromanya sangat kuat dan aneh seperti campuran bahan kimia gitu. Tapi lama kelamaan aroma ini akan berangsur menghilang kok.

Sama seperti klaim yang tertera di kemasannya. Setelah dibilas, masker ini memang bisa membuat kulit wajah saya lebih lembut dari sebelumnya.

Kelebihan, dari masker ini menurut saya adalah keawetannya. Isinya yang 60ml untuk harga masker 30ribuan membuat produk ini tergolong hemat pake banget. Apalagi untuk remaja seperti kita. Saya beli produk ini waktu jaman ngekos setengah tahun yang lalu sampai sekarang isinya baru berkurang setengah aja. 

Dari 1-10, aku rate produk ini 7,5. 

Tapi kalau kalian tanya saya bakal repurchase produk ini atau enggak aku bakal jawab, no. Karena emang saya nggak suka aja sensasinya yang panas di wajah saat makenya terlebih lagi wajah saya beruntusan setelah memakai produk ini lagi beberapa bulan yang lalu huhuhu, pokoknya say no lah. Buat kalian yang cocok sama produk ini bisa komen aja aku kasih gratis tak pe, daripada mubazir tak terpakai.

Jadi itu itulah review produk pertama saya kali ini. Terimakasih ya udah baca. Sampai jumpa di beauty post selanjutnya!

Salam Literasi


Reading Time:

Senin, 22 Juli 2019

[Puisi] : Selesai Sebelum Dimulai
Juli 22, 20190 Comments
Something different in yourself makes you special for me.


Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan kalimat yang sudah mengakar di kepala?
Katamu aku special? Tapi kenapa rasanya kini, kata-katamu seperti seorang pembual?
Dulu aku pernah menjadi seseorang yang begitu kau cintai, kau lindungi.
Namun sekarang keadaan berbalik, aku jusrtu menjadi orang yang paling kau hindari keberadaanya.
Rasanya lebih menyesakkan daripada divonis hukuman mati.
Bahkan untuk memandang ke arahku saja kau tak sudi.
Pertanyaanku pun tak pernah kau tanggapi.

Letih, jika tahu lebih dulu seperti ini akhirnya.
Aku akan memilih terlebih dahulu untuk menepi.
Mengunci hati, agar tak ada sedikitpun celah untukmu masuk kembali.
Namun, manusia biasa sepertiku bisa apa?
Hanya membiarkan takdir memainkan skenarionya.

Re, sampai detik ini pun hatiku masih bertanya,
pergimu atas salahku yang mana?
Kenapa dirimu selalu menganggap aku seperti orang asing yang tak pernah ada?
Jika memang tidak ada lagi cinta, bukankah lebih bijak jika kita menjadi teman saja? 
Tetapi dirimu terlalu dingin untukku yang hangat.
Adaku hanya akan membuatmu sekarat.
Nyatanya, semesta tak merestui kita untuk meneruskan cerita ini.
Kau hilang lebih cepat daripada kerlipan bintang.
Kisah ini lebih dulu selesai, bahkan sebelum kita mulai.

Dulu aku pernah membencimu, sangat.
Setiap melihatmu seperti kepalan bom waktu yang selalu berjalan mengejar langkahku.
Benar katamu, kita ini berbeda.
Jika kau selatan, aku adalah utaranya.
Bila kau air, maka aku adalah apinya.
Seharusnya dari awal kita tak perlu memaksakan takdir untuk bersatu,
jika akhirnya aku hanya seperti batu yang begitu mudah kau buang semaumu.
Seharusnya akupun sadar jika nasibku akan sama seperti kau menyingkirkan masalalumu, dulu.

Kau membawa kebahagiaan dengan fatamorgana yang begitu sempurna.
Saat aku terlena, kau tenggelamkan aku dalam palung terdalam.
Jujur, aku tak pernah sedikitpun berharap padamu tapi takdirlah yang membawaku.

Seirama dengan melodi dan nada,
apalagi yang bisa aku terima selain merelakanmu yang sudah berjalan mengganti haluan.
Meninggalkanku dalam kegelapan 
tanpa memberiku sedikitpun cahaya sebagai tumpuan untuk melanjutkan perjalanan. 

Cahayaku padam. 
Tak cukup bahan bakar.
Saat itu baru kusadari kesalahanku selama ini.
Seharusnya aku tidak terobsesi menjadi seseorang yang berarti.
Akan lebih baik jika aku berusaha menjadi seseorang yang tak terganti.
Karena seberarti apapun diriku, tak akan pernah cukup bagimu.

22 July '19
-salam literasi,

Reading Time:

Senin, 08 Juli 2019

4 Trik Memperbaiki Layar Laptop Blank (Reball Chipset VGA) Tanpa Biaya
Juli 08, 2019 4 Comments
andayanirhani.com - Beberapa waktu lalu saya sempat “mogok” nulis. Selain kesibukan tersendiri, laptop ternyata sedang nggak mau bersahabat. Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba layar laptop dipenuhi garis-garis hitam putih kemudian berubah seperti tayangan tv tanpa antena. Bisa bayangin kayak apa? Atau kalian justru sedang mengalami hal yang sama?



Kurang lebih begitulah penampakan kondisi layar my lepi. Saat itu juga saya langsung tancap gas cari kontak tukang servis laptop di salah satu sosial media kemudian menyampaikan keluhan dan bertanya perihal apa jenis kerusakan yg dialami my lepi. Dan ternyata, oh ternyata my lepi ini mengalami kerusakan yang bisa dibilang cukup parah. Kata abangnya sih harus Reball Chipset VGA yang biayanya ga bisa dianggap sepele, apalagi buat kaum pelajar. Terlebih lagi kata abang servisnya, kalau bisa dibenerin pun nggak ada jaminan laptopnya nggak akan begitu (rusak) lagi. Jadi lebih baik dijual ajaa ;( huaaaa syok dong saya…

Setelah saya anggurin beberapa hari, akhirnya saya memberanikan diri untuk memperbaikinya (lebih tepatnya mengotak-atiknya) sendiri. Sejujurnya, saya sama sekali nggak punya ilmu tentang elektro apalagi mesin dan sejenisnya. Semua mengalir begitu aja. Dan di waktu itu pula aku inget Firman Allah, 
Faa inna ma’al ‘usri yusra. 
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan memberikan 4 trik untuk memperbaiki laptop yang mengalami kerusakan layar tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun berdasarkan pengalaman tadi pagi hihihi..

Namun sebelumnya perlu kalian ketahui Reball Chipset Vga itu adalah  proses penggantian komponen laptop berupa kaki-kaki baru pada chipset.

Lalu bagaimana tips dan triknya? Yuk simak beberapa langkah di bawah ini :

1. Refresh layar
Untuk kasus gangguan layar yang kecil, seperti layar berkedip atau muncul semut-semut kecil yang nakal. Cara ini udah cukup worth it. Cukup dengan menekan touchpad button sisi kanan lalu pilih menu refresh. Jalan pintasnya kalian bisa klik keyboard f5 hingga layar kembali normal. 

2. Sesuaikan sudut laptop
Selanjutnya, jika merefresh layar tidak berpengaruh apa-apa coba atur sudut kemiringan layar laptop sedemikian rupa hingga layar laptop tidak mengalami gangguan lagi. Karena bisa jadi terdapat salah satu komponen di dalam laptop yang bermasalah. Pada awalnya saya pakai trik ini sekitar 3-5 kali tapi akhirnya malah ngelunjak dan tetap tidak berpengaruh apa-apa. Mungkin udah kebal kali ya? T~T 

3. Ubah Kecerahan pada Pengaturan Batrai

Jika point ke 2 nggak cukup untuk mengatasi gangguan layar, kamu bisa ubah pengaturan kecerahan dari balanced ke power saver. Karena besar kecilnya kecerahan ternyata juga mempengaruhi cara kerja layar loh guys.


4.Ubah Ukuran Tampilan


  Bila ketiga langkah tadi belum membuahkan hasil. Saya masih punya satu trik lagi. Ini adalah cara terakhir dan terparipurna yang sudah saya coba. Nggak pernah terlintas difikiran saya sama sekali untuk melakukan hal ini. Namun entah kenapa, di sela-sela layar yang nggak bisa terbaca bahkan nggak layak untuk dilihat sama sekali, jari saya tanpa sengaja mengklik tombol screen resolution. Saya pun coba-coba untuk menurunkan resolusi layar. Dan hasilnyaaaaa….

Setelah bergelut semalam penuh hingga lupa tidur, rasanya perjuangan saya seperti dibayar kontan, no kredit-kredit club. Alhamdulillah, My Lepi is back! πŸ˜Š


                                             
Itulah penampakan my lepi  setelah berhasil saya perbaiki. Saya sendiri nggak nyangka bisa ngatasin masalah lepi yang saya fikir udah stadium akut ini. Dan kabar baiknya kalian yang punya masalah yang sama nggak butuh uang sepeserpun apalagi energi lebih untuk membongkar pasang laptop.

Saya sendiri hanya perlu modal DUIT ; doa usaha ikhtiar dan tawakal :v Saya nggak bisa bayangin kalau saya stuck begitu aja menunggu nasib sambil nabung sampai setengah juta demi memperbaiki my lepi yang sebenarnya kalau mau inisiatif sedikit masih bisa diperbaiki. 

Semoga tips kali ini bisa bermanfaat buat semua yaa... Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan pada kolom komentar guys CMIIW and see you πŸ˜ƒ

Salam Literasi,


Reading Time:

Sabtu, 08 Juni 2019

Fenomena Penggunaan Bahasa Gado-Gado di Kalangan Remaja
Juni 08, 20190 Comments
andayanirhani.com - Bahasa adalah media komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk mempermudah dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain. Terdapat lebih dari puluhan ribu bahasa yang ada di dunia dan bagi kita –sebagai bangsa Indonesia- tentunya harus merasa bangga. Sebab, Indonesia menjadi salah satu negara pemilik bahasa terbanyak kedua di dunia setelah Papua Nugini. Di lansir dari International Sindonews, Indonesia memiliki 707 bahasa dan sekitar 98 bahasa diantaranya terancam punah. Kepunahan bahasa daerah saat ini bukan menjadi rahasia umum lagi, mengingat mayoritas generasi muda masa kini yang tidak tertarik dengan bahasa daerahnya sendiri karena menganggapnya kuno dan cinderung lebih menyukai penggunaan bahasa asing dalam aktivitas sehari-hari.

Beberapa waktu yang lalu media sosial khususnya pengguna aplikasi twitter dihebohkan dengan ulah kaum muda-mudi daerah Jakarta Selatan yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Hal ini tentu saja menuai tanggapan yang beragam dari kalangan masyarakat. Seperti kehidupan, jika kita ibaratkan sebuah koin, terdapat dua mata sisi yang berbeda. Bergitu pula dengan fenomena ini. Tidak sedikit masyarakat yang menilai negatif dan mengolok-olok namun ada juga yang menilai positif dan mendukungnya. Sampai saat ini bahasa campur aduk itu dikenal sebagai bahasa gado-gado.

          Sebenarnya penggunaan bahasa yang campur-campur ini bukanlah hal baru di tanah air kita tercinta, Indonesia. Jika kita mau jeli dan teliti, bahasa ini justru telah sering digunakan oleh beberapa public figure kenamaan Indonesia seperti Cinta Laura, Agnez Monica, Melani Ricardo dan sederet artis papan atas lainnya yang memiliki orang tua yang berasal dari luar negeri atau sempat tinggal di luar negeri. Bukan tanpa alasan, mereka menggunakan bahasa campuran itu untuk memudahkan masyarakat untuk memahami bahasa yang ia ucapkan.

          Generasi millenial saat ini pun tak mau kalah. Dengan dalih menambah kosa kata bahasa asing mereka kerap menggunakan bahasa gado-gado tersebut. Namun mirisnya, ada juga yang menggunakan bahasa gado-gado itu untuk sekedar bergaya agar dianggap ‘wah’ oleh rekan-rekan di sekelilingnya dan ada pula yang menggunakannya sebagai bahan candaan. Apapun alasannya, kita tidak boleh menilai semua hal dari satu sudut pandang saja. Karena setiap individu tentu memiliki karakteristik dan alasan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan gaya mereka dalam belajar meng-upgrade bahasa asing dengan menggunakan bahasa gado-gado ini.

Namun sebagian masyarakat menilai negatif dan beranggapan bahwa hal itu mengancam bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia. Tetapi sebagai generasi yang cerdas, kita tidak boleh menelan bulat-bulat penilaian itu. Kita harus menempatkan diri kita di daerah yang netral agar tidak terbawa arus dan dapat menilai baik atau buruk dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Toh, penggunaan bahasa campuran itu tidak selamanya berdampak buruk.

Seperti yang kita ketahui, bahasa asing khususnya bahasa Inggris adalah bahasa Internasioal yang digunakan oleh seluruh penduduk dunia untuk berkomunikasi satu sama lain. Jika kita pandai dan menguasai bahasa asing tentu kita memiliki nilai plus tersendiri yang tidak semua orang bisa memilikinya. Terlebih lagi kita saat ini tinggal di abad 21 dimana teknologi dan informasi dunia berkembang pesat. Mesin-mesin canggih serta teknologi digital yang praktis umumnya menggunakan bahasa asing. Jika kita memiliki skill yang baik, kita bisa memanfaatkan bahasa asing yang kita kuasai untuk mengharumkan nama bangsa dengan mencetak prestasi yang dapat membuka mata dunia seperti yang dilakukan oleh mantan presiden ke tiga Indonesia, B. J. Habibie. Lantas, apakah kita masih tetap keukeuh berfikir sempit bagai kodok dalam tempurung dan mengecap bahwa mempelajari bahasa asing adalah suatu ancaman yang membahayakan?

Terlepas dari semua itu, kita sebagai bangsa Indonesia juga tidak boleh memandang sebelah mata bahasa persatuan dan bahasa daerah kita. Bagaimanapun juga bahasa daerah harus kita banggakan dan lestarikan. Mirisnya, saat ini banyak muda-mudi yang tidak mau bahkan tidak mengenali bahasa daerahnya sendiri. Untuk itu peran serta semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan diri kita sendiri harus ikut serta. Tak harus muluk-muluk, kita bisa mulai dari hal yang kecil. Seperti menggunakan bahasa Jawa karma saat berbicara dengan orang yang lebih tua khusunya orang tua dan keluarga dalam pergaulan sehari-hari atau memperlajari bahasa lainnya saat kita berkunjung atau berwisata ke daerah lain. Bukankah bisa tercipta karena telah terbiasa? Jangan sampai bahasa daerah yang beragam itu punah tergerus keegoisan pribadi dalam mengejar germerlap peradaban. 

Salam literasi,
Reading Time:

Sabtu, 01 Juni 2019

Menu Buka Puasa Untuk Ibu : Resep Nasi Goreng Sederhana untuk Pemula
Juni 01, 20190 Comments
andayanirhani.com - Tak terasa Ramadhan kali ini sudah menginjak hari ke tujuh. Beberapa saat yang lalu saya telah mengikuti salah satu tantangan yakni membuat Resep Soto Semarang  yang diadakan oleh komunitas Blogger Perempuan Networks. Selama memasak salah satu hidangan favoritku itu tentu saya tidak sendiri, melainkan dibantu oleh ibu.  



Dari tantangan itu akhirnya saya bisa tahu kemampuan memasak saya yang sangat jauh dari kata baik. saya memang bukan tipe perempuan yang suka berkelumit di dapur, bahkan saat memasak aja mentok-mentok hanya masak air dan mie instan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya tertantang untuk mengasah kemampuan saya sendiri di dapur dengan membuat nasi goreng istimewa sebagai menu buka puasa ibu.
Berikut adalah bahan-bahan yang saya gunakan untuk menu kali ini :
1. Bahan bumbu, diantaranya:
  3 siung bawang merah
  1 siung bawang putih
  3 buah cabai
  Merica secukupnya
  Garam secukupnya
2. Irisan daging ayam
3. Nasi putih
4. Kecap
5. Telur 
6. Minyak goreng 
Cara membuatnya pun sangat mudah :
1. Cukup haluskan semua bahan bumbu
2. Panaskan minyak hingga mendidih
3. Masukan telur dan goreng dengan orak arik kemudian sisihkan
4. Masukan bumbu yang telah halus dan tumis hingga harum
5. Masukan nasi, irisan ayam dan telur kemudian tambahkan kecap sesuai selera
6. Nasi goreng istimewa siap dihidangkan! 
Setelah sepuluh menit bergelut di dapur akhirnya nasi goreng yang saya buat jadi juga. Untuk hasil karya di dapur ini ibu memberi nilai 8plus, katanya. Sepertinya beliau terlalu jujur tapi nggak papa lah. Walau terkesan sangat sederhana tapi bagi saya sudah sangat istimewa. Ada rasa bangga tersendiri saat karya kita bisa dinikmati bahkan disukai oleh orang tua khususnya ibu yang telah melahirkan kita.

Sekian resep yang bisa saya bagikan. Semoga bisa menambah wawasan untuk teman-teman pembaca dan selamat mencoba ^^



Best Regards,
Reading Time:

Sabtu, 25 Mei 2019

Resep Soto Ayam Semarang
Mei 25, 2019 2 Comments
andayanirhani.com - Bicara soal soto. Siapa sih yang tak tahu hidangan satu ini? 

Soto merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang umumnya disajikan berkuah dengan tambahan irisan daging hewan tertentu. Beberapa daerah di Indonesiapun memiliki soto khas daerahnya sendiri-sendiri seperti Coto Makasar, Soto Boyolali dan Soto Semarang.

Soto sendiri adalah salah satu makanan favorit saya yang wajib dihidangkan khususnya pada bulan Ramadhan seperti ini. Kuah kaldunya bisa menyegarkan tenggorokan yang terasa kering selama menahan dahaga seharian. Bumbu rempahnya pun cukup memanjakan lidah para penikmatnya.

Dan pada kesempatan kali ini saya akan membagikan resep Soto Ayam Semarang yang baru-baru ini saya buat.
Pertama-tama kita perlu mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, seperti :
1. Bumbu, yang terdiri dari :
5 siung bawang merah 
5 siung bawang putih
Cabe setan 3 biji
Kunyit
Jahe
Merica
2. Kaldu ayam
3. Irisan daging ayam yang sudah dikecapi
4. Bihun
5. Tauge 
6. Seledri 
7. Irisan daun bawang (opsional) 
8. Saus kecap
7. Untuk bumbu kuah
1 lembar Daun Salam
1 batang Serai
1 batang Lengkuas
1 batang Kayu Manis
2 Daun jeruk
dan Tomat dipotong menjadi 4 bagian (opsional) 

Langkah-langkah untuk membuat ini cukup mudah :
1. Haluskan bahan-bahan bumbu
2. Tumis bumbu hingga harum
3. Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci air kaldu ayam
4. Tambahkan  daun salam, serai, lengkuas, kayu manis, daun jeruk dan tomat ke dalam air kaldu kemudian tunggu hingga mendidih. 
5. Siapkan mangkuk dan isi dengan soun, tauge, irisan ayam, daun seledri, dan saus kecap sesuai selera
6. Kemudian tambahkan kuah kaldu ayam
7. Soto Semarang siap disajikan



Itulah resep Soto Ayam Semarang kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba! Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya!










Best Regards,

Reading Time:

@andayanirhani