Tips Mengatur Waktu Agar Produktif dan Efektif Selama di Rumah Aja

by - Juni 22, 2020

Baca Juga

Beberapa waktu lalu, ada beberapa teman yang bertanya kepada saya.
Gimana sih caranya jadi produktif kayak kamu, Nda?

Tunggu-tunggu. Ini nggak salah tanya ke saya? Memang saya sudah seproduktif apa? Perasaan hidup saya masih gitu-gitu aja.

Ternyata oh ternyata, temen-temen saya ini pada heran. Karena saya masih bisa rajin update blog di saat kondisi deadline tugas yang merajalela. Apalagi waktu yang fleksibel selama di rumah aja sering membuat diri terlena.

Sejatinya, setiap manusia memiliki waktu yang sama. 24 jam dalam sehari. Ada yang hidupnya berlimpah dengan karya. Ada pula yang hidupnya begitu-begitu aja. Bangun, scroll timeline, rebahan, tidur lagi, eh tau-tau udah berganti hati eh hari.

Kalau kamu sekarang sedang di fase hidup nolep (istilah beken untuk orang yang hidupnya nggak jelas alias no-life) seperti yang saya sebutkan di atas, harap tenang sobat. Kamu tidak sendiri, karena sayapun pernah di posisi itu. 

Perkara keluar dari zona nyaman memang nggak semudah membalikan telapak tangan. 

Pada akhirnya, pertanyaan merekalah yang penjadi cambuk dalam hidup saya untuk berbenah dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Nggak cuma itu saja sih. Alasan lainnya karena saya sadar bahwa saya terlahir sebagai rakyat biasa, bukan seorang artis ternama, apalagi keturunan orang kaya hahahha....

Hal-hal tersebut sering membuat sebuah tanda tanya besar terlintas dalam kepala. Sebenarnya hidup saya ini mau dibawa kemana? Apa yang sudah saya lakukan hari ini untuk persiapan esok hari? Apa yang sudah saya lakukan untuk nusa dan bangsa, atau apakah saya sudah berguna bagi orang-orang sekitar saya? 

Tentu jawabannya, tidak belum.



Flashback kegiatan selama dua bulan lalu yang gitu-gitu aja, membuat saya sadar. Bahwa waktu saya ini kebanyakan digunakan rebahan. Oleh karena itu, di massa new nornal ini saya mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk yang telah lalu.

Kalau mbak Risma menulis, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Aturan New Normal. Di tulisan kali ini saya akan berbagi tips mengatur waktu agar produktif dan efektif.


Bangun pagi dan mempersiapkan hari

Jangan bangun siang nanti rezekinya dipatok ayam!

Kedengarannya pribahasa tersebut sangat sepele sekali. Nyatanya, pribahasa tersebut bisa sangat berat untuk dilaksanakan dibanding mengikhlaskan doi yang ditikung teman.

Dulu, nggak ada hal yang paling nyaman bagi saya selain rebahan dan kembali meneruskan mimpi di pagi hari. Apalagi kalau sedang memiliki banyak masalah dan depresi. Pelarian utama saya, ya tidur lagi.


Sejak mendeklarasikan untuk hidup lebih produktif, saya selalu berusaha bangun sepagi mungkin. Tak lupa dengan membersihkan tempat tidur. Kelihatannya memang sederhana. Tapi bukankah suatu perubahan besar berawal dari suatu hal yang kecil?

Hanya dengan membiasakan membersihkan tempat tidur, secara tidak langsung kamu sudah belajar tanggung jawab kecil dari sepersekian persen hidupmu. (gitu kata ibu).

Eh tapikan gaya grafitasi kasur saat pagi hari itu besar sekali?

Tentu pertanyaan tersebut sudah menjadi rahasia umum. Untuk itu, bergegaslah bangun ketika mata telah terbuka. Segeralah cuci muka dan minum segelas air putih agar kondisimu kembali bugar.


Membuat to Do List Harian


Terus kalau udah bangun ngapain? Kan masih pagi?

Selain ibadah, bagi umat muslim. Di pagi hari kamu bisa menuliskan to do list kegiatan atau rencana apa saja yang akan kamu lakukan hari itu. Hal ini akan memandumu sepanjang hari. Juga menjagamu dari waktu gabut dan tidak produktif.

Biasakan pula untuk membersihkan lantai dan ruangan yang kamu tinggali agar terbebas dari kenangan debu dan kotoran. Hal ini akan membuatmu lebih nyaman dalam menjalani aktifitas sehari-hari selama di rumah aja.

Jika memiliki jendela atau fentilasi udara. Bukalah selebar mungkin. Biarkan cahaya matahari masuk dan rasakan kesejukan udara di pagi hari.


Batasi penggunaan sosial media


Berapa lama waktu yang kamu habiskan selama sehari dalam menggunakan sosial media? Satu jam? Dua, tiga, empat, atau bahkan hampir seharian penuh kamu gunakan waktu untuk screen time

Sadar nggak sih kalau sosial media ini terlalu banyak menyita waktu dalam hidup kamu. Mulai dari melihat video viral terkini hingga membaca berita sensi yang sama sekali nggak ada manfaat apalagi pengaruhnya buat kehidupanmu. 

Untuk itu, cobalah kurangi penggunaan sosial media. Batasi informasi yang tidak penting masuk dalam kehidupanmu. Buka saat waktu luang. Jangan malah sebaliknya, meluangkan waktu untuk membuka sosial media. Maksimalkan harimu untuk kegiatan yang positif. Seperti membaca, belajar sesuatu hal yang baru, ataupun mendalami passion dan hobi.


Atur waktu dan jangan pernah tunda sesuatu


Setiap manusia tentu memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Entah itu belajar, bekerja, ataupun mengurus rumah tangga.

Namun, sejak wabah pandemi covid-19 ini melanda. Banyak pola hidup yang berubah dan berujung nggak teratur. Terlebih kita punya waktu yang fleksibel selama di rumah aja.

Sebagian dari kita mungkin berfikir bahwa menunda kegiatan itu adalah hal biasa. Tetapi jika dilakukan berulang kali hingga mengakar menjadi watak dan kebiasaan. Hal tersebut dapat berdampak buruk dan merugikan.

Kamu mungkin bisa menunda untuk melakukan sesuatu. Tapi, tidak dengan waktu.


Buat Habit Tracker

Apakah kamu tipe orang pelupa? Binggung kemarin udah ngelakuin hal apa aja? 

Nah buat kamu yang punya memori sempit macam saya ini nggak perlu berkecil hati. Karena kata pepatah, selalu ada jalan menuju roma. Setiap masalah pasti ada solusinya.

Contoh Habit Tracker milik saya
Habit tracker adalah salah satu cara mudah dalam mengontrol aktifitas yang telah kamu lakukan setiap hari. Seperti namanya, habit berarti kebiasaan dan tracker berarti ukuran. Jadi, habit tracker ini dapat disimpulkan sebagai alat untuk mengukur kebiasan kamu. 

Isinya berupa kegiatan sehari-hari yang dilakukan mulai dari bangun hingga sebelum tidur. Contohnya ada memasak, mencuci, membaca, menulis diary, belajar, bekerja, dan lain sebagainya.

Buat kamu yang bingung mau menulis kebiasaan apa bisa membaca tulisan kak Diah. Life Must Go On! Melanjutkan Kebiasaan Baik dan Beradaptasi dengan New Normal

Di akhir bulan, kamu dapat melihat kembali habit tracker yang kamu isi setiap hari. Metode ini juga bisa menjadi bahan refleksi diri. Tentang hal-hal apa saja yang sering atau jarang kamu lakukan dalam satu bulan terakhir.

Loh, kan tadi pagi sudah buat to do list harian? Kenapa harus buat habit tracker?

Karena fungsi keduanya berbeda. Jadi, intinya habit tracker itu berisi tentang rutinitas setiap hari sehingga bersifat berulang. Sedangkan to-do-list hanya digunakan untuk kegiatan atau aktivitas khusus yang akan dilakukan hari itu.


Tidak begadang


Kalau kamu tipe orang yang pantang pulang sebelum selesai, maka cukupkanlah kegiatanmu sebelum petang. Kalau kata bang haji Roma, lirik jangan begadang kalau tiada artinya itu sangat benar adanya.

Akan lebih baik jika kamu memiliki waktu istirahat cukup dan memulai hari lebih awal dengan keadaan bugar. Daripada menahan mata yang terkantuk sepanjang malam. Selain membuat kamu tidak bisa bekerja secara maksimal, kebiasaan begadang juga dapat berpengaruh buruk untuk kondisi kesehatan.

Sebagai umat muslim, Nabi Muhammad Saw pun telah memberi tauladan bagi kita untuk segera tidur setelah Isya. Bahkan aktifitas ini menjadi sesuatu yang di sunahkan.


Kebutuhan jasmani dan rohani


Hidup bisa diibaratkan sebagai sebuah jungkat-jungkit. Ada dua hal yang harus seimbang, yakni kebutuhan jasmani dan rohani dan kamu sebagai titik tumpunya.

Sedikit saja titik tumpu itu condong ke satu sisi, maka bisa jadi oleng kapten. Untuk itu, menjaga kebugaran jasmani dan kebutuhan rohani untuk tetap terpenuhi adalah hal yang sangat penting. 

Hal yang kamu lakukan selama mencoba menjadi produktif bisa jadi sia-sia jika tubuhmu tidak sehat apalagi sampai jatuh sakit. Kebutuhan rohani juga sangat diperlukan untuk kepuasan batiniah dan ketenangan hati. 


Komitmen dan konsisten


Jika semua poin sebelumnya telah kamu selesaikan. Maka, tinggal satu langkah lagi yang harus kamu lakukan. Kenapa saya bilang satu langkah? Karena komitmen dan menjadi konsisten itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Semua hal di atas nggak akan ada artinya, jika kebiasaan kamu masih amburadul dan nggak ada bedaanya seperti sebelumnya. Untuk itu, cobalah untuk komitmen pada dirimu sendiri terlebih dahulu. Pada akhirnya, komitmen dan niat dalam hati yang akan membuatmu menjadi seorang yang kosisten. 

Nah, itulah tips menjadi produktif selama di rumah aja ala saya. Kalau kamu gimana?

With love,

You May Also Like

32 Comments

  1. Jujur, dari dulu paling susah bikin to do list, makanya daily activity-nya amburadul, hihi..
    Makasih infonya mbak Andaaa..

    BalasHapus
  2. Suka banget lihat to do list dan habbit tracker kayak gini, bikin saya pengen buat juga. Saya juga termasuk kaum yang suka banget rebahan sambil maen hape, tapi makin ke sini makin mikir juga kalau ini nggak ada gunanya selain ngabisin kuota. Jadi saya juga mulai bikin target supaya ada kegiatan dan menghindari rebahan😁

    BalasHapus
  3. makasih banget tipsnya mbak. Bangun pagi udah, tapi bikin to do list ga pernah, whehehe...

    nanti saya coba deh, biar runut hari ini mau ngapain aja.

    Kalau soal hp, jam tidur n bangun tidur, udah ga disentuh lagi. Stop diri scroll-scroll karena memang wasting time banget.

    Sekarang saya memang lagi bikit habit baru, biar produktif setiap hari. tapi pelan2 kebiasaannya mau dibentuk.

    Yang udah, bangun pagi, kerja, sore olahraga. Malam bikin konten blog dan podcast juga.

    BalasHapus
  4. Setuju banget kak kalo habit tracker bisa untuk bahan refleksi diri. Apakah kita sudah melakukan perbaikan diri atau belum

    BalasHapus
  5. Aku follow blog kerennya mba Anda. Motivasi seperti ini yang aku suka membacanya. Kadang hidup itu up and down. Dan kekuranganku adalah sering tidak buat to do list di setiap hari aku melaksanakan aktivitas. Semua kegiatan aku buat let it flow aja. Komitmen dan konsisten memang kunci dalam hidup yang produktif. Makasih mba Anda tips nya. Bermanfaat sekali untukku yang termasuk kaum rebahan, hihihi.

    BalasHapus
  6. Bangun pagi, jangan pernah menunda kerjaan, dan batasi dulu medsos selama bekerja. Ini alhamdulillah sudah rutin saya terapkan, berhubung saya juga ibu 3 anak tanpa ART. Jadi harus benar-benar disiplin diri biar tetap produktif. Thanks tips-tipsnya Mba Anda.

    BalasHapus
  7. Hebat mba bisa sering update blog.
    Ternyata ada tips-tips yang membuat kita makin produktif.
    Ehem, poin satu loh, penting banget, dan merasakan sendiri perbedaan bangun pagi dan bangun siang. bangun pagi jadi lebih produktif...
    Terima kasih tips-tips nya ya mba...

    BalasHapus
  8. Komitmen dan dispilin itu yg susah. Kadang udah berkomintemn tapi kalau dah males. Lupa. Makasih mba infonya

    BalasHapus
  9. Kalo saya biasanya disela2 masak sambil nengok hape, alhasil masaknya jadi lama. Ini juga nggak baik ya.. hehe

    BalasHapus
  10. nah yg susah tuh lepas dari medsos dikit2 buka hape jadi kerjaan lain keteter deh..gmn caranya ya hehehe

    BalasHapus
  11. Nice tips Mba Anda... btw saya dulu waktu masih single, masih kuliah jg musti diatur2 banget to do listnya. Skarang udah beranak pinak gini badan juga bs bangun sendiri deh kayanya kl subuh n seharian itu waktu berguna banget keisi smua hehe

    BalasHapus
  12. Hampir semua saya lakukan kecuali habbit tracker mba. Habbit tracker menjadi info baru buat saya. Nanti di waktu luang, saya akan coba juga deh bikin habbit tracker

    BalasHapus
  13. Dari selepas shalat subuh saya sampe malam masih belum menyelesaikan banyak hal. Kadang saya pikir, orang-orang katanya WFH malah jadi renggang waktunya, koq saya malah merasa makin banyak karena persiapan mengajar daring itu menguras tenaga, waktu, dan harus lebih kreatip mbak.

    BalasHapus
  14. Mbak aku suka sama habit tracernya. Memang bikin planning itu penting ya mbak kadang aku sulit manaje waktu.

    BalasHapus
  15. Bener banget apalagi poin jangan kebanyakan main sosmed hahaha. Karena emang ngga kerasa banget loh tau2 udah stalking timeline seseorang sampai satu hingga 2 jam. Wasting time bangettt. Sosmed ini salah satu yg bikin saya kacau hihi. Makanya jauh2 dari hape kalau lagi nulis

    BalasHapus
  16. Saya sudah sangat lama tidak mendengar dan membaca kata "beken".

    Apa di sinibsaya bisa menebak umur Mba Andyani?

    Haha.

    Daptar list nya sering kebobolan mba.

    BalasHapus
  17. Habit tracker? Baru tau nih, biasanya aku langsung ceklist aja yang aku rencanakan malamnya mba..but keren ih jadwalnya rapi..

    BalasHapus
  18. Semuanya sudah saya lakuin kecuali habit tracker. Mesti dicoba ni. Trims tipsnya ya kak Anda.

    BalasHapus
  19. Bener banget sih sama semua tipsnya, kalau versiku usahakan bangun sepagi mungkin, olahraga jangan lupa agar badan bugar. Setelah itu lakukan sesuai rencana. Bangun pagi itu adalah kunci!

    BalasHapus
  20. Prokrastinasi alias kebiasaan menunda sesuattu itubtuh yang sulit banget aku hilangkan
    Habis baca ini jadi lebih semangat pengen berubah

    BalasHapus
  21. Alhandulillah saya justru kekurangan waktu karena banyak PR dan banyak kerjaan harian haha. Ngrblog ini isi celah2 yg kosong. Tp dr dulu ga ngelist2 kerjaan. Karena jd spt dikejar2 haha
    Mkasih sharenyaa

    BalasHapus
  22. Waah kalau disuruh untuk tidak begadang emang lumayan susah mbak, karena begadang sudah menjadi kebiasaanku. Tapi demi bisa menjadi produktif, alangkah baiknya harus saya lakukan.

    BalasHapus
  23. kalau bekerja di rumah sayangnya sering terganggu sama ibu2 muda yang suka ngerumpi di depan rumah sampil menunggu tukang sayur :-D

    BalasHapus
  24. SAya pengen bikin habit tracker tapi takut dengan hasilnya Mbak. Hidup saya tidak produktif, karena ada anak usia 1+.
    Mungkin bagi orang, saya produktif, tapi hanya malam hari saat ia tidur. Artinya, sejalan dengan kemampuan lembur saya. Kalau waktunya payback tidur ya nggak kerja.

    BalasHapus
  25. Bagus nih, dapat insight baru juga, habit tracker
    Btw makasih juga mba, aku jadi tau arti istilah nolep,wkwk

    BalasHapus
  26. bangun pagi dan mandi
    meski di rumah aja
    manmdi itu biar fresh
    saya sepakat dengan membatasi media sosial
    makanya saya lamban membalas komen di media sosial
    takut terdistraksi dan tidak bisa konsentrasi

    BalasHapus
  27. Intinya atur mindset dlu ya mbak. Meski kerja dirumah, pikirannya ga boleh terlalu sante dan ttp harus anggap kayak kerja di kantor.

    Jadi tetep bangun pagu, sarapan, minimalkan buka sosmed. Bisa deh ttp produktif

    BalasHapus
  28. paling susah kalau gak buka hp seharian. gak buka beberapa menit aja sering ketinggalan info di medsos. gimana tuh? hehe...

    BalasHapus
  29. Aku lagi nyoba konsisten mrbuat catatan to do list setiap harinya kak.. semoga bisa konsisten.. kalau awal2 biasanya semangat nanti setelah ditengah2.. kalau ga lupa..malas ngisinya ..hehehe

    BalasHapus
  30. Hampir sebulan lebih engga peggang HP perasaan produktifitas lebih meningkat.

    Terkadang Candu yang negatif dapat mematikan salah satu candu yang positif. Pengenya gak peggang smartphone, tapi kalau gak pegang akan sulit berkomunikasi dengan orang lain.

    Btw, salam blogger dari semarang

    BalasHapus
  31. Hampir sebulan lebih engga peggang smartphone, perasaan produktifitas lebih meningkat.

    Terkadang candu yang negatif ini bisa mematikan salah satu candu yang positif. Pengenya sih gak peggang smartphone terus, tapi kalau gak pegang akan sulit berkomunikasi dengan orang lain

    Btw, salam kenal blogger semarang

    BalasHapus

Thank you for your time to come by and leave comment! Follow me on Instagram @andayanirhani, let me know you found me from my blog, and I'll follow you back :)

-XOXO