Beberapa waktu lalu, ada beberapa teman yang bertanya kepada saya.

Gimana sih caranya jadi produktif kayak kamu, Nda?

Tunggu-tunggu. Ini nggak salah tanya ke saya? Memang saya sudah seproduktif apa? Perasaan hidup saya masih gitu-gitu aja.

Ternyata oh ternyata, temen-temen saya ini pada heran. Karena saya masih bisa rajin update blog di saat kondisi deadline tugas yang merajalela. Apalagi waktu yang fleksibel selama di rumah aja sering membuat diri terlena.

Sejatinya, setiap manusia memiliki waktu yang sama. 24 jam dalam sehari. Ada yang hidupnya berlimpah dengan karya. Ada pula yang hidupnya begitu-begitu aja. Bangun, scroll timeline, rebahan, tidur lagi, eh tau-tau udah berganti hati eh hari.

Kalau kamu sekarang sedang di fase hidup nolep (istilah beken untuk orang yang hidupnya nggak jelas alias no-life) seperti yang saya sebutkan di atas, harap tenang sobat. Kamu tidak sendiri, karena sayapun pernah di posisi itu. 

Perkara keluar dari zona nyaman memang nggak semudah membalikan telapak tangan. 

Pada akhirnya, pertanyaan merekalah yang penjadi cambuk dalam hidup saya untuk berbenah dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Nggak cuma itu saja sih. Alasan lainnya karena saya sadar bahwa saya terlahir sebagai rakyat biasa, bukan seorang artis ternama, apalagi keturunan orang kaya hahahha....

Hal-hal tersebut sering membuat sebuah tanda tanya besar terlintas dalam kepala. Sebenarnya hidup saya ini mau dibawa kemana? Apa yang sudah saya lakukan hari ini untuk persiapan esok hari? Apa yang sudah saya lakukan untuk nusa dan bangsa, atau apakah saya sudah berguna bagi orang-orang sekitar saya? 

Tentu jawabannya, tidak belum.



Flashback kegiatan selama dua bulan lalu yang gitu-gitu aja, membuat saya sadar. Bahwa waktu saya ini kebanyakan digunakan rebahan. Oleh karena itu, di massa new nornal ini saya mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk yang telah lalu.

Kalau mbak Risma menulis, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Aturan New Normal. Di tulisan kali ini saya akan berbagi tips mengatur waktu agar produktif dan efektif.


Bangun pagi dan mempersiapkan hari

Jangan bangun siang nanti rezekinya dipatok ayam!

Kedengarannya pribahasa tersebut sangat sepele sekali. Nyatanya, pribahasa tersebut bisa sangat berat untuk dilaksanakan dibanding mengikhlaskan doi yang ditikung teman.

Dulu, nggak ada hal yang paling nyaman bagi saya selain rebahan dan kembali meneruskan mimpi di pagi hari. Apalagi kalau sedang memiliki banyak masalah dan depresi. Pelarian utama saya, ya tidur lagi.


Sejak mendeklarasikan untuk hidup lebih produktif, saya selalu berusaha bangun sepagi mungkin. Tak lupa dengan membersihkan tempat tidur. Kelihatannya memang sederhana. Tapi bukankah suatu perubahan besar berawal dari suatu hal yang kecil?

Hanya dengan membiasakan membersihkan tempat tidur, secara tidak langsung kamu sudah belajar tanggung jawab kecil dari sepersekian persen hidupmu. (gitu kata ibu).

Eh tapikan gaya grafitasi kasur saat pagi hari itu besar sekali?

Tentu pertanyaan tersebut sudah menjadi rahasia umum. Untuk itu, bergegaslah bangun ketika mata telah terbuka. Segeralah cuci muka dan minum segelas air putih agar kondisimu kembali bugar.


Membuat to Do List Harian


Terus kalau udah bangun ngapain? Kan masih pagi?

Selain ibadah, bagi umat muslim. Di pagi hari kamu bisa menuliskan to do list kegiatan atau rencana apa saja yang akan kamu lakukan hari itu. Hal ini akan memandumu sepanjang hari. Juga menjagamu dari waktu gabut dan tidak produktif.

Biasakan pula untuk membersihkan lantai dan ruangan yang kamu tinggali agar terbebas dari kenangan debu dan kotoran. Hal ini akan membuatmu lebih nyaman dalam menjalani aktifitas sehari-hari selama di rumah aja.

Jika memiliki jendela atau fentilasi udara. Bukalah selebar mungkin. Biarkan cahaya matahari masuk dan rasakan kesejukan udara di pagi hari.


Batasi penggunaan sosial media


Berapa lama waktu yang kamu habiskan selama sehari dalam menggunakan sosial media? Satu jam? Dua, tiga, empat, atau bahkan hampir seharian penuh kamu gunakan waktu untuk screen time

Sadar nggak sih kalau sosial media ini terlalu banyak menyita waktu dalam hidup kamu. Mulai dari melihat video viral terkini hingga membaca berita sensi yang sama sekali nggak ada manfaat apalagi pengaruhnya buat kehidupanmu. 

Untuk itu, cobalah kurangi penggunaan sosial media. Batasi informasi yang tidak penting masuk dalam kehidupanmu. Buka saat waktu luang. Jangan malah sebaliknya, meluangkan waktu untuk membuka sosial media. Maksimalkan harimu untuk kegiatan yang positif. Seperti membaca, belajar sesuatu hal yang baru, ataupun mendalami passion dan hobi.


Atur waktu dan jangan pernah tunda sesuatu


Setiap manusia tentu memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Entah itu belajar, bekerja, ataupun mengurus rumah tangga.

Namun, sejak wabah pandemi covid-19 ini melanda. Banyak pola hidup yang berubah dan berujung nggak teratur. Terlebih kita punya waktu yang fleksibel selama di rumah aja.

Sebagian dari kita mungkin berfikir bahwa menunda kegiatan itu adalah hal biasa. Tetapi jika dilakukan berulang kali hingga mengakar menjadi watak dan kebiasaan. Hal tersebut dapat berdampak buruk dan merugikan.

Kamu mungkin bisa menunda untuk melakukan sesuatu. Tapi, tidak dengan waktu.


Buat Habit Tracker

Apakah kamu tipe orang pelupa? Binggung kemarin udah ngelakuin hal apa aja? 

Nah buat kamu yang punya memori sempit macam saya ini nggak perlu berkecil hati. Karena kata pepatah, selalu ada jalan menuju roma. Setiap masalah pasti ada solusinya.

Contoh Habit Tracker milik saya
Habit tracker adalah salah satu cara mudah dalam mengontrol aktifitas yang telah kamu lakukan setiap hari. Seperti namanya, habit berarti kebiasaan dan tracker berarti ukuran. Jadi, habit tracker ini dapat disimpulkan sebagai alat untuk mengukur kebiasan kamu. 

Isinya berupa kegiatan sehari-hari yang dilakukan mulai dari bangun hingga sebelum tidur. Contohnya ada memasak, mencuci, membaca, menulis diary, belajar, bekerja, dan lain sebagainya.

Di akhir bulan, kamu dapat melihat kembali habit tracker yang kamu isi setiap hari. Metode ini juga bisa menjadi bahan refleksi diri. Tentang hal-hal apa saja yang sering atau jarang kamu lakukan dalam satu bulan terakhir.

Loh, kan tadi pagi sudah buat to do list harian? Kenapa harus buat habit tracker?

Karena fungsi keduanya berbeda. Jadi, intinya habit tracker itu berisi tentang rutinitas setiap hari sehingga bersifat berulang. Sedangkan to-do-list hanya digunakan untuk kegiatan atau aktivitas khusus yang akan dilakukan hari itu.


Tidak begadang


Kalau kamu tipe orang yang pantang pulang sebelum selesai, maka cukupkanlah kegiatanmu sebelum petang. Kalau kata bang haji Roma, lirik jangan begadang kalau tiada artinya itu sangat benar adanya.

Akan lebih baik jika kamu memiliki waktu istirahat cukup dan memulai hari lebih awal dengan keadaan bugar. Daripada menahan mata yang terkantuk sepanjang malam. Selain membuat kamu tidak bisa bekerja secara maksimal, kebiasaan begadang juga dapat berpengaruh buruk untuk kondisi kesehatan.

Sebagai umat muslim, Nabi Muhammad Saw pun telah memberi tauladan bagi kita untuk segera tidur setelah Isya. Bahkan aktifitas ini menjadi sesuatu yang di sunahkan.


Kebutuhan jasmani dan rohani


Hidup bisa diibaratkan sebagai sebuah jungkat-jungkit. Ada dua hal yang harus seimbang, yakni kebutuhan jasmani dan rohani dan kamu sebagai titik tumpunya.

Sedikit saja titik tumpu itu condong ke satu sisi, maka bisa jadi oleng kapten. Untuk itu, menjaga kebugaran jasmani dan kebutuhan rohani untuk tetap terpenuhi adalah hal yang sangat penting. 

Hal yang kamu lakukan selama mencoba menjadi produktif bisa jadi sia-sia jika tubuhmu tidak sehat apalagi sampai jatuh sakit. Kebutuhan rohani juga sangat diperlukan untuk kepuasan batiniah dan ketenangan hati. 


Komitmen dan konsisten


Jika semua poin sebelumnya telah kamu selesaikan. Maka, tinggal satu langkah lagi yang harus kamu lakukan. Kenapa saya bilang satu langkah? Karena komitmen dan menjadi konsisten itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Semua hal di atas nggak akan ada artinya, jika kebiasaan kamu masih amburadul dan nggak ada bedaanya seperti sebelumnya. Untuk itu, cobalah untuk komitmen pada dirimu sendiri terlebih dahulu. Pada akhirnya, komitmen dan niat dalam hati yang akan membuatmu menjadi seorang yang kosisten. 

Nah, itulah tips menjadi produktif selama di rumah aja ala saya. Kalau kamu gimana?

With love,
andayani rhani