Begini Ceritanya : Setahun Jadi Blogger Pemula

by - April 09, 2020

Baca Juga

Nggak kerasa, sudah satu tahun menjadi blogger abal-abal. Tanggal 9 April bisa dibilang tanggal yang bersejarah bagi saya. Beberapa hari setelah menyelesaikan Ujian Nasional di SMA tahun 2019, saya memutuskan untuk serius menekuni blog yang pernah mati suri ini. 

Berbekal uang tabungan yang tidak seberapa. Serta bantuan dari salah satu teman yang lebih paham dunia per-blog-an. Akhirnya saya bisa merasakan mendapatkan domain TLD.

Senang, haru, dan sedikit bumbu sedih. Senang karena saya bisa punya domain dengan nama sendiri tanpa ada embel-embel lain di belakangnya. Sekaligus sedih karena sebagian uang tabungan melayang. 

Tapi gapapa. Justru karena hal itu saya merasa puas, sebab prinsip hidup saya ;

Kalau sudah terlanjur nyebur dan basah, yaudah berenang sekalian, kalau bisa cari ikan

Intinya : jangan tanggung-tanggung untuk melakukan sesuatu alias berusaha totalitas. Padahal waktu itu, postingan saya di blog ini masih bisa dihitung pake jari. 


Kenapa Memilih Blog? 

Sebenarnya saya sudah membuat blog ini sejak lama, kira-kira tahun 2016, setelah masa orientasi SMA. Saat itu saya sangat-sangat-sangat gila menulis. Puisi, cerpen, cerbung, hingga ambisi membuat sebuah novel adalah makanan sehari-hari. 


Hingga pada suatu waktu, saya merasa bosan jika hanya menulis cerita fiksi di salah satu aplikasi yellow. Saya-pun memutuskan untuk menjajaki dunia baru. Dunia yang bisa menjadi tempat saya berbagi dan menjadi diri saya sendiri. 

Blogger adalah pilihan saya saat itu. Selain mudah, yang ada di fikirkan saya sebagai anak ingusan adalah gratis-an, hehehe... 

Post pertama saya berisi tentang hasil wawancara asal-usul daerah tempat tinggal saya. Kalian bisa membacanya di sini : Asal Usul Desa Montongsari

Namun, seiring berjalannya waktu, karena keterbatasan pengetahuan tentang dunia per-blog-an dan romansa masa putih abu-abu yang memabukkan, blog ini akhirnya terlupakan dan berhenti di tengah jalan.

Hampir serupa tapi tak sama, seperti salah satu puisi yang diadopsi dari curhatan di buku diary merah saya : Puisi : Selesai Sebelum Dimulai (Klik untuk membaca) 


Tujuan Utama Nge-Blog

"If you expect to much, you will hurt to much too."

Bukannya tidak berani berharap, tetapi saya lebih suka jika semesta sendiri yang menuntun saya. Sedari awal, saya tidak menaruh banyak harap dari blog ini. Hanya sebagai dunia, penyalur rangkaian kata yang hilir mudik di kepala. Writing to healing, kalimat yang sering saya jumpai. Tapi ada benarnya juga. 

Tujuan utama saya membuat blog ini sejak awal hanya sebagai media shareing saja. Terkesan klise memang. Tapi begitulah adanya. 

Sebagai manusia khususnya anak tunggal, saya sering kekurangan kepala untuk mentransfer cerita, kenangan, dan beberapa hal yang tidak semua telinga mau mendengarnya. 


Kendala Saat Nge-Blog

Menjadi blogger menurut saya adalah sebuah investasi masa depan. Dimana pencapaiannya tidak bisa di lihat langsung, tidak secepat memasak mie instan. 

Nyatanya, jadi seorang blogger itu tidak mudah. Sangat berbeda jauh dengan yang digembar-gemborkan segelintir manusia. 

Fase : Menulis-Upload-Share-Dapat Pembaca-Sukses-Mendapatkan Income?

Tidak semudah itu Ferguso. Hidup adalah proses. Blog-pun begitu. Jika manusia ngepet harus sabar jaga lilin. Maka menjadi seorang blogger harus lebih banyak stok sabarnya.

Sabar untuk mendapatkan ide menulis, sabar menanti visitor, sabar menahan godaan malas menulis, sabar untuk share link agar tepat sasaran, sabar ketika blog tetangga lebih bagus, sempurna, dan segala-galanya, pokoknya harus sabarrrrrrr. 

Sabar dan konsistensi adalah koentji. Meskipun saya sendiri belum bisa sepenuhnya menerapkannya  :") sad

Ngomong-nomong soal kendala, sebenarnya saya pernah mendapatkan kendala dari dalam diri saya sendiri. Merasa tidak pantas. Sebaik-baiknya tulisan saya, saat saya mendapati tulisan lain. Rasanya tulisan saya ini bagaikan setitik pasir di gurun Sahara ; nggak ada apa-apanya, tiada guna. 



Sampai di akhir masa SMA, hati saya terketuk setelah memenangkan lomba cipta cerpen. Rasanya masih seperti mimpi. Tapi saya sangat bersyukur, ternyata karya saya yang tidak seberapa juga bisa dinikmati.


Pencapaian Selama Nge-Blog

Pencapaian bagi saya tidak hanya apa yang bisa dilihat dan dimiliki, tapi juga tentang upgrading diri dan rasa dalam hati. 

Kalau bicara tentang pencapaian materi, sejauh ini saya tetap berbangga karena nilai Adsense saya sudah cukup untuk membayar satu kali parkir ke suatu tempat. Kecil? Ya tentu saja. Tapi bukan tentang nominalnya, melainkan prosesnya. Dimana saya bisa belajar merasakan pahitnya penolakkan hiyaa-hiyaa-hiyaa...

Blog ini juga tidak belum pernah memenangkan lomba apapun. Meski baru sekali mencoba dan berujung kecewa hahaha, mungkin suatu saat nanti saya akan coba lagi. 

Kendati demikian, pencapaian tertinggi bagi saya adalah adanya pembaca. Ya, kamu dan kalian adalah pencapaian tertinggi saya. Adanya kamu, kalian semua, para pembaca adalah penyempurna untuk semua tulisan saya yang kurang makna. 

Terimakasih sudah bersedia membaca cerita absurd saya kali ini. 
See you : sampai jumpa lagi! 


You May Also Like

9 Comments

  1. <> ngakak di bagian ini wkwkw. Tulisan Anda dari sisi sastra dan diksi menurut saya oke banget. Mungkin karena terbiasa nulis cerpen dan puisi? Terus semangat nulis aja dulu ya, update konten sesering mungkin. Semangaaat! (reminder sendiri juga hoho)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe Terimakasih sekali kak Tri. Saya bersyukur sekali bisa ketemu kakak, in syaa Allah akan lebih sering upadate. Kakak juga semangat ya!

      Hapus
  2. mantaaaap mbak. Saya awal2 ngeblog thn 2017 hanya posting diary sehari2 doang wkwk. Dgn gaya tulisan masih alay2 gimanaa gt. Alhamdulillah skrg punya blog baru Aubinesia.com dan bisa masuk peringkat 26.000 se-Indonesia di Alexa Rank, pdhl blog ini baru buat Agustus 2019 kemarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah patut diacungi jempol! Saya juga waktu awal ngeblog lebih sering update tentang cuap-cuap tapi semakin dewasa jadi lebih paham mana yg seharusnya dibagikan atau di simpan. Btw terimakasih sudah mau berkunjung,salam kenal kak dan sukses terus untuk blognya yah!

      Hapus
  3. satu tahun kok pemula. sudah expert kalee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi ya gimana kak, rasanya ilmu saya selama setahun ngeblog belum ada apa"nya hehe.. Terimakasih sudah berkunjung, salam kenal yah

      Hapus
  4. Selamat mba, sudah beralih ke level pro nih. Semoga pencapaiannya terus berkembang sebagaimana niatnya untuk mengasah kemampuan menulis.

    Salam kenal

    BalasHapus
  5. Selamat ulang tahun pertama untuk blognya mba :D semoga semakin semangat untuk menelurkan tulisan-tulisan indah yang dinantikan oleh para pembaca :) no worries, meski mba berpikir mungkin tulisan mba nggak guna, tapi bisa jadi tulisan mba itu bisa sangat berguna untuk teman-teman lain di luar sana :D *dan menurut saya, tulisan mba sangat menarik dan menyenangkan untuk dibaca* ehehehe.

    Ditunggu update-an berikutnya, ya <3 dan salam kenal :D

    BalasHapus
  6. Segelitir orang hanya membicarakan manisnya hasil dari blog, benar ini, kalau tidak paham banget, blogger pemula pada nyerah..
    pencapaian harian benar juga ya bisa buat bayar parkir disuatu tempat he..

    BalasHapus