Daftar Pertanyaan dan Tips Mencari Kos Murah

by - Mei 28, 2020

Baca Juga



Apasih definisi hunian yang nyaman dan bikin betah? Tempat dengan fasilitas wah atau tempat yang bisa membuat kamu lupa sama rumah? 

Ngomong-ngomong tentang hunian atau tempat tinggal, pasti kita nggak asing dong dengan kata kos-an? 

Bagi mahasiswa atau anak rantau tentu sudah sangat akrab dengan jenis hunian ini. Berhubung masih suasana kelulusan tahun 2020, saya mau mengucapkan Selamat untuk adik-adik yang telah diterima Perguruan Tinggi! Dan tatap Semangat! Untuk yang masih berjuang. Jangan lupa berdoa. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. 

Nggak kerasa ya sudah akan mulai tahun ajaran baru? Sudah sampai mana nih persiapannya?

Nah untuk membantu persiapan adik-adik atau teman-teman dalam memulai kehidupan baru di tanah rantau. Kali ini saya akan menuliskan beberapa daftar pertanyaan serta tips mencari kos murah.


Daftar Pertanyaan untuk Mencari Kos Murah

Selain suka bercerita, saya juga suka mewawancarai baca saja kepo. Supaya pengalaman wawancara saya ada yang bermanfaat. Saya menuliskan beberapa pertanyaan yang bisa teman-teman jadikan referensi supaya nggak keki dan bingung saat wawancara mencari tempat tinggal.


Menentukan Tarif sesuai Kemampuan


Hal yang utama dan paling utama, tentu menentukan budget. Jika masih pelajar, kamu bisa diskusikan dulu beberapa jenis pertanyaan di bawah ini bersama orang tua atau wali. Syukur-syukur orang tua mau turun tangan, langsung terima masuk aja. Eh, jangan deng. Nanti tulisan ini nggak jadi kamu baca. Becanda loh yaa..

Berikut adalah list pertanyaannya :

  • Berapa kisaran biaya untuk tempat tinggal? 
  • Apakah akan menggunakan kendaraan pribadi? 
  • Baiknya seberapa jauh jarak tempat tinggal dengan kampus? 
  • Lingkungan seperti apa yang diinginkan?
  • Kos Muslimah, kos privat, atau kos bebas (campur perempuan dan laki-laki)?
  • Fasilitas apa yang akan menjadi prioritas? 
  • Masak sendiri atau beli makanan di warung?
  • Apakah harus dekat dengan tempat perbelanjaan atau rumah makan?
  • Akan tinggal sekamar sendiri atau bersama teman?

Sederet pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang akan menentukan variasi biaya. Tarif hunian tentu berbeda-beda. Hal ini karena beberapa faktor, yakni faktor lokasi dan fasilitas yang disediakan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tarif kos di daerah kota-kota besar jauh lebih mahal dari kota biasa. Seperti kisah teman saya di daerah lain yang terkejut saat tau tarif hunian saya ternyata dua kali lipat dari miliknya. Padahal ukuran kamar dan fasilitas yang disediakan sama. 

Faktor jarak kos yang berada di dekat institusi seperti perguruan tinggi, tempat kerja, warung makan, atau pusat perbelanjaan biasanya juga akan lebih mahal.

Selain itu, faktor fasilitas juga menentukan tarif hunian. Misalnya di daerah saya, Tembalang-Semarang. Hunian dengan fasilitas standar (kamar mandi luar, tempat tidur, meja belajar, ukuran 3x3 meter, dan lemari pakaian) dekat kampus rata-rata 500-750 ribu. Kalau jauh, biasa dapat harga 450 atau bahkan 300an ribu. Itu baru yang standar, jika ingin kos eksklusif dengan fasilitas yang lebih unch seperti ac, kamar mandi dalam, shower dengan air panas, free galon air minum, parkir mobil yang luas, tentu harganya lebih mahal lagi. 

Kalau kata pepatah orang Jawa bilang,

Ono rego-ono rupo (harga sebanding dengan wujudnya).

Berdasarkan pengalaman dan analisis saya, ternyata jenis kelamin juga menentukan tarif loh. Kos perempuan biasanya lebih mahal dibandingkan kos laki-laki. Meskipun ada juga kos yang campur (perempuan dan laki-laki). Begitupula untuk ukuran kamar. Para pemilik kos biasanya memiliki berbagai macam variasi ukuran kamar yang disesuaikan dengan tarifnya.

Jika ingin ngekos sekamar berdua dengan teman biasanya akan dikenai biaya tambahan. Misalnya sewa kos perbulan sendiri 500ribu, karena berdua ada biaya tambahan sebesar 250ribu. Total biaya 750ribu dibagi 2 = itung sendiri (dibebankan dua orang). Jatuhnya lebih murah. Namun, ada juga yang tarif biaya kos sendiri atau berdua nggak ada bedanya.


Tanyakan Jangka Waktu Pembayaran


  • Kapan waktu pembayaran? 
  • Apakah akan dilakukan pembayaran per-bulan, semester, atau tahunan? 
  • Apakah ada uang muka yang harus dibayarkan atau harus lunas di awal? 

Setelah tarif, sekarang giliran jangka waktu pembayaranya. Semua berdasarkan kesepakatan. Rata-rata, pemilik kos menerapkan sistem tahunan, supaya tidak pusing mengurus penghuni yang sering masuk atau keluar. Sistem pembayaran tahunan ini perlu kamu pertimbangkan, karena kondisi keuangan orang-orang berbeda. Jika keberatan atau belum yakin dengan kondisi tempatnya. Kamu bisa melakukan negosiasi dan meminta keringanan, jika diizinkan.


Teliti Jenis Fasilitas

Apa saja jenis fasilitas yang disediakan?

Pepatah bilang ; malu bertanya, sesat di jalan. Nah, penting banget untuk menanyakan perihal jenis-jenis fasilitas secara detail. 



Umumnya para pemilik kos akan menyediakan fasilitas pokok berupa tempat tidur, meja, lemari pakaian, jaringan internet, hingga kipas angin atau pendingin ruangan. Ada juga fasilitas umum, seperti dapur, lemari pendingin, ruang tamu, peralatan jemuran, dan lain sebagainya.

Namun, tidak menuntut kemungkinan ada beberapa fasilitas tambahan yang berbayar. Misalnya penggunakan rice cooker atau dispenser yang menggunakan daya tinggi, gas untuk memasak, atau bahkan biaya tambahan ketika ada teman yang menginap. Supaya teman-teman tidak kaget jika tiba-tiba ditagih akhir bulan, akan lebih baik jika menanyakannya di awal.

Untuk hal yang terakhir tadi, awalnya saya sedikit heran. Kok ada ya biaya tambahan teman menginap gitu?  Tapi ya gimana, prinsip manusia dalam berbisnis kan beda-beda, nggak bisa dipaksa jadi sama. 

Cerita ini saya dapatkan dari salah satu rekan yang kaget saat dimintai uang tambahan sebesar dua puluh ribu setelah temannya menginap. 

Nggak lagi-lagi deh gue nginep di tempat lu. 

Mungkin gitu ya kata hati temannya. Beruntung, di kost saya nggak ada peraturan itu. Lagipula jarang ada teman yang menginap. Paling juga mampir saat ada jeda kelas dan males nunggu di kampus.


Btw, pastikan hunian kamu memiliki tempat fentilasi yang cukup. Selain mendapatkan sinar matahari, lubang fentilasi sangat berguna sebagai pertukaran udara untuk menjaga suhu dan kondisi ruangan tidak lembab.


Sesuaikan Kepribadian dengan Lingkungan Kost-mu


Loh, kamu pindah kost lagi?
Tanya saya pada salah satu teman nomaden yang sering pindah-pindah kost. Ternyata, nggak cuma doi aja yang harus bikin kamu nyaman, tapi lingkungan tempat tinggal juga. Supaya bisa betah dan lebih produktif. Kan nggak lucu kalau kamu lagi serius belajar buat ulangan tapi teman kamar sebelah sibuk karaoke, sik-asik, dan berisik.


Jika kamu tipe orang yang suka bergaul dan terbuka saya sarankan untuk tinggal di kos dalam satu rumah. Biasanya rasa kekeluargaannya akan lebih erat. Kos dengan masyarakat yang tidak terlalu banyak dapat memudahkanmu untuk saling mengenal satu sama lain. Syukur-syukur bisa saling membantu dalam kebaikan. Apalagi kalau kamu punya teman akrab satu kos. Peluang betah tinggal bisa lebih besar.

Pengalaman teman saya yang tinggal di kos rumah bersama dengan pemiliknya. Dia nggak terlalu sering mikirin nanti mau makan apa, pertanyaan horror akhir bulan, karena pemilik kos sering memberinya lauk atau makanan.

Jika kamu tipe orang yang suka menyendiri dan sibuk, mungkin kamu akan lebih cocok dan betah tinggal di kos jenis rusun. Berbeda dengan kos rumahan, kos rusun memiliki banyak kamar beserta jenis penghuni dengan kesibukan dan kepribadian yang lebih variatif. Dari yang pelajar sampai pekerja, dari yang ramah sampai yang hobi marah-marah.


Perhatikan Peraturan Kost


  • Kapan jam terakhir berkunjung atau menerima tamu? 
  • Jam berapa gerbang atau portal akan di tutup? 
  • Apakah boleh menggandakan kunci gerbang karena akan aktif di organisasi?
  • Bolehkah membawa hewan peliharaan?
  • Apa boleh menerima tamu lawan jenis? 
  • Bagaimana jika ada teman atau keluarga datang berkunjung dan menginap?

Di kost muslimah atau kost tertentu biasanya memberlakukan jam malam. Dimana pintu gerbang akan ditutup setelah melewati jam tersebut. Teman-teman yang memiliki jiwa organisasi tinggi atau kuliah sambil kerja, biasanya akan disibukkan dengan aktivitas di luar hunian hingga pulang larut malam atau bahkan menjelang pagi buta. Jadi, pertanyaan seputar peraturan di atas sangatlah penting untuk ditanyakan. 


Service and Security


  • Jenis keamanan apa yang dimiliki? Sekuriti atau CCTV? 
  • Bagaimana dengan kebersihan? 
  • Seberapa sering kost dibersihkan? 
  • Apakah ada uang iuran tambahan untuk kebersihan? 
  • Bagaimana dengan aliran listriknya? Apakah sering paham?
  • Bagaimana kondisi air? Apa airnya sering mati? 
  • Apakah jaringan internetnya sering trouble? 
  • Jika ada masalah, siapa yang harus dihubungi?

Selain securities atau keamanan, services atau pelayanan kadang sering luput dari pertanyaan. Saat kamu beraktifitas di lingkungan kos, tidak menuntut kemungkinan akan terjadi masalah. Seperti air yang tiba-tiba mati mendadak, listrik yang sering padam, kondisi internet yang tidak lancar, dan lain sebagainya. 

Hal-hal tersebut perlu menjadi pertimbangan kamu dalam memilih kos. Biasanya, kamu akan benar-benar paham dengan masalah kos ini setelah tinggal. Bagi yang muslim, jangan lupa tanya arah kiblat. Supaya nggak bingung menjelang waktu sholat. Jaga-jaga kalau nggak ada orang di kos atau nggak ada yang bisa ditanya setelah datang.


Metode Mencari Kos

Setelah menuliskan daftar pertanyaan, selanjutnya saya akan berbagi beberapa metode yang dapat digunakan untuk mencari kos.


Web dan Aplikasi Mencari Kos


Kecanggihan teknologi zaman sekarang memang tidak perlu diragukan lagi. Ada banyak pilihan yang dapat kita menfaatkan untuk memudahkan kebutuhan manusia. Bahkan dalam mencari hunian pun, sekarang bisa menggunakan aplikasi ataupun web. Kebetulan saya pernah pakai aplikasi Mami Kos.

Aplikasi ini cukup unik menurut saya. Ada fitur filter untuk menyesuaikan harga dan fasilitas. Kita bisa melihat gambaran kos dan mendapatkan nomor pemilik. 

Tetapi, saya tidak menyarankan teman-teman untuk bergantung sepenuhnya dengan aplikasi. Pengalaman saya tahun lalu, ternyata tidak semua kos murah tercantum di aplikasi ini. Mungkin sekarang lebih lengkap. Selain Mami kos, ada juga aplikasi dan web lainnya seperti KosKost, Kost Hunt, Urbanindo, dan Info Kost. 


Mencari Kos dengan Google Maps dan Sosial Media



Dengan mencari melalui google maps, kos dapat sesuaikan lebih tepat dengan daerah yang teman-teman inginkan. Tinggal search wilayah kampus, kemudian amati tanda kamar tidur berwarna merah jambu. Kalau lagi beruntung, kamu akan menemukan ulasan dari kontributor atau orang yang pernah tinggal di sana.

Selain aplikasi pencari kos, teman-teman bisa memanfaatkan sosial media seperti facebook. Bahkan, beberapa waktu lalu saya melihat rekomendasi kos sudah merambah ke dunia twitter dan tik-tokSaya mencium aroma strategi marketing baru. Ups. 



Mencari Kos dengan Referensi Kakak Tingkat atau Saudara


Metode yang satu ini adalah cara termudah. Bertanya dengan orang yang dikenal atau sudah akrab tentu akan memudahkan kamu dalam mencari hunian. Kamu bisa mendapatkan info secara detail dan akurat. Apalagi kalau pemilik hunian atau kosnya adalah saudara sendiri. Nggak perlu repot-repot lagi deh mencari. Tapi nggak semua orang punya saudara atau alumni di tanah rantau kan?


Mencari Kos dengan Datang Langsung ke Lokasi


Menurut saya, hal ini akan lebih maksimal jika dijadikan langkah terakhir setelah melakukan 3 metode sebelumnya. Bila kalian nekat, langsung datang ke lokasi tanpa memiliki referensi, bukan tidak mungkin kalian akan rugi waktu, biaya, juga tenaga. Be smart people, y'll 😉


Mencari Kos dengan Titip Teman


Metode cari kos paling instan. Apabila kamu tidak memiliki waktu lebih. Terkendala transportasi, biaya, atau udah bener-bener kepepet banget nih. Nggak ada saudara atau alumni yang bisa dijadikan referensi. Kamu bisa mencari teman satu angkatan yang akan berkuliah atau bekerja di tempat yang sama. Kamu bisa mengubungi teman tersebut, syukur-syukur kalau akrab dan berbaik hati mau mencarikan kos atau nge-kos sekamar sekalian. 

Kalaupun kamu tidak punya teman dan sanak saudara, bergabunglah dengan grup jurusan atau fakultas calon mahasiswa baru. Biasanya akan diumumkan setelah daftar ulang. Bisa juga menghubungi himpunan mahasiswa yang ada di website atau official resmi instagram. Di grup tersebut, berusahalah berkenalan dan cari teman yang sama-sama sedang mencari kos. Siapatau bisa dapet gebetan sekalian, eh.


Tips Mencari Kos Murah



Cari kos jauh-jauh hari, jangan mendadak jika tidak ingin dapat ceramah dan nasehat dari pemilik kos. Saat mencari kos mendekati minggu-minggu masuk kuliah, biasanya sudah banyak kamar murah yang sold duluan. Dengan mencari kos jauh-jauh hari, kamu jadi punya kesempatan membandingkan lebih banyak kos dari segi harga maupun fasilitasnya.


Jangan Langsung Membayar di Tempat

Setelah melakukan wawancara, jangan langsung membayar di tempat. Usahakan untuk mempertimbangkannya di rumah dan bandingkan dulu dengan kos lain. Setidaknya tiga atau empat kos.

Mintalah nomor telefon dan rekening pemilik. Utarakan jika kamu akan berdiskusi dengan orang tua (kalau ortu nggak ikut survey) dan akan menghubunginya segera. Jangan lupa foto fasilitas dan ruangannya. Jika gampang lupa, tulis jawaban wawancara di notes.


Jadilah Teliti dan Jeli

Oh iya hampir lupa. Jangan tergiur dengan kos murah ya teman-teman. Kalau bisa telisik dulu riwayat atau latar belakang yang akan jadi hunian atau kamar kamu. Bisa jadi murah karena suatu hal yang lain. Mungkin jenis kos baru atau ada makhluk lain yang tinggal di sana.

Mungkin loh ya… Kalau teman-teman tipe anak aktivis yang jarang pulang ke kos atau punya waktu luang lebih banyak di luar sih nggak terlalu masalah dengan pernyataan saya yang kedua. Saya menambahkan poin ini karena teringat reply twitter di bawah ini,


Gunakan bahasa yang sopan dan tampilan yang meyakinkan

Sebagai orang timur, tentu kita selalu diajari untuk berbahasa yang sopan dan santun. Mungkin sebagian dari kalian akan bertanya kenapa saya tambahkan ‘tampilan’. Sedikit cerita lagi, janji deh ini terakhir

Salah satu teman saya kesal karena harga kostnya berbeda dengan penghuni lainnya. Padahal ukuran dan fasilitas tiada beda. Usut punya usut, ternyata pemilik kos menerapkan sistem tarif menyesuaikan tampilan atau first impression-nya. Agak cringe dan aneh memang. Kalau menurut teman-teman bagaimana? 


Itulah beberapa list pertanyaan, metode, sekaligus tips curcol dalam mencari kos murah. Semoga tulisannya dapat bermanfaat dan membantu teman-teman. Jika ada pertanyaan saya yang kurang, ingin berbagi kisah pengalaman saat mencari kos, atau punya uneg-uneg/pertanyaan feel free to ask di kolom komentar. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

With love,



You May Also Like

39 Comments

  1. Waaah, ternyata buanyak benaget ya pertanyaan yang dilontarkan saat kita hendak memilik tempat kost. Aman, nyaman, bersih dan cari makanan mudah hehehe. Tentu pembayarannya mesti sesuai dengan kemampuan kita. Yang lebih enak sih ada khusus perempuan atau khusus laki2 jd tidak campur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, lebih baik selektif di awal daripada akhirnya menyesal hehehe

      Hapus
  2. wah sampai sedetail gitu ya, biar gak salah pilih tentunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya kak. Biar nggak salah pilih kos. Saya malas pindah-pindah orangnya hehe

      Hapus
  3. Suka baca artikelnya, suka pula lihat desain grafis nya. Paket komplit deh ya. Yg paling enak kalau nyampur sm ibu kost yg baik dan perhatian jadinya sering sering ngasih makan ke anak kost wkwk.

    Sebagai pemilik rumah kost di Malang (yg akhirnya saya kontrakkan pertahun), auto baca saat lihat judulnya hehe. Makasih banget tulisan lengkapnya, cuma kadang suka sebel sama anak mhsw yg mintanya murah tapi fasilitas lengkap bahkan minta kamar mandi dalam plus wifi dengan harga ringan di kantong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sma kak, semoga tulisannya membantu ya. Wah ada juga ya mahasiswa yang seperti itu. Yang sabar ya kak, mungkin belum tau harga pasaran kos di daerah bersangkutan atau minim pengalaman, kalau saya sendiri nggak pernah nawar kalau urusan tempat tinggal. Secara setiap orang pasti punya prinsip dan perhitungan masing-masing dalam bisnisnya

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat kak ^^

      Hapus
  5. Terutama untuk wanita memang harus ekstra hati hati. . Secara pertimbangan diatas harus menjadi perhatian. . Kalau cowok sedikit lebih longgar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas, orang tua anak perempuan pasti lebih ketat dalam pemilihan kos

      Hapus
  6. Aku dulu pernah kost 3x , memang faktor kenyamanan di samping harga itu yang paling utama. Rata-rata dulu pas aku kost harga itu kurang lebih sama , tapi kenyamanan berbeda-beda. Skrng fasilitas kost sudah sangat beragam, memang semua tergantung harga. Anyway, bagus mbak tulisannya. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak, terima kasih ya sudah berkunjung. Wah sampai pindah kos 3 kali ya, semoga yang terakhir jadi yang terbaik dan bikin nyaman supaya nggak pindah" lagi

      Hapus
  7. Sebagai orang tua yg pengen ngekos kan anak, pertama yg dipikirkan adalah keamanan dan kenyamanan. Selain itu,pemilik kost yg baik, ramah, peduli, bisa menjadi orang tua yg baik, ada aturan yg tegas terkait adab2, tapi juga bisa fleksibel sesuai kondisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuu banget! Pemilik kos yang baik hati itu tetap jadi juaranya mba, syukur-syukur bisa menganggap anak kos nya seperti anak sendiri. Bisa makin betah deh

      Hapus
  8. Wah ternyata sekarang ada juga ya aplikasi untuk mencari kos. Waktu saya kuliah dulu, cari kosnya langsung melihat ke lokasi. Memang lebih capek soalnya harus keliling-keliling. Tetapi keuntungan kita bisa tahu secara langsung kondisi dan lingkungan kos yang akan kita tinggali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kemajuan teknologi apapun tetap akan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing

      Hapus
  9. 10 tahun lalu saya masih ingat nyari kosan itu manual. Lihat tempelan "Terima Kos" di pintu pagar rumah-rumah yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerja. Hihihi. Sekarang zamannya udah serba digital dan tercatat ya. Nyari kosan jauh lebih gampang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak, jadi lebih gampang, efektif dan efisien

      Hapus
  10. Waah harus dipelajari lagi nih tipsnya biar bisa nyari kost'an yang sesuai kriteria.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, jangan lupa di praktikkan hehehe

      Hapus
  11. Ngakak di bagian kos berhantu wkwkwkwkwk. Aneh2 aja ya kak netijen. Tapi di deket rumahku jg ada nih yg katanya kos berhantu. Hiiy ikutan merinding jg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi saya juga ketawa sendiri pas baca komenan netizen, namanya juga hidup. Harus saling berbagi. Saran saya selama nggak menganggu tidak perlu jd masalah

      Hapus
  12. Enaknya sekarang ada aplikasi ya untuk cari kos-kosan. Aku dulu, yg namanya nyari, datengin satu-satu. Hehe...Bener sih, ono rego ono rupo. Aduh...kosan berhantu? Mur-mer kalik yah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, perkembangan teknologi sekarang memang sudah nggak perlu diragukan lagi. Kalau telisik ke zaman dulu ribet juga ya. Kosan berhantu ini emang sering di ceritakan beberapa teman sih, tapi ya namanya dunia mau nggak mau harus hidup berdampingan, tapi asal nggak saling ganggu aja pasti bisa saling nyaman kok

      Hapus
  13. Saya dulu ditemani ortu nyari kos lumayan ribet juga Mbak,, Alhamdulillah akhirnya ketemu sesuai dg yg kami inginkan. Saya nyaman, ortu juga tenang meninggalkan saya di kota yang jauuuhh dari rumah, hehe... nice info Mba Anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama-sama kak, apalagi perantau dari kota yang jauh. Pasti orang tua selalu ingin yang terbaik buat anaknya

      Hapus
  14. Mengenai pilih kos ini, jadi teringat cerita adik Ipar yang punya Ibu Kos agak gimana gitu. Jadinya gak nyaman, dan banyak orang yang pindah dari kost itu. Jadi memang penting buat nyari kost yang nyaman sih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kenyamanan tetap jadi nomer satu. Sebelas dua belas sama pasangan lah, kalau nggak bisa bikin saling nyaman ya putus di tengah jalan 'eh malah jadi curhat

      Hapus
  15. Kalo saya sih dulu dapet referensi dari kakak tingkat, kebetulan bisa dapet harga yang cukup murah dengan fasilitas yang lumayan lengkap juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah beruntung sekali bisa dapat referensi dari kakak tingkat, jadi nggak perlu repot-repot nyari lagi ya kak

      Hapus
  16. wah bener nih lika liku cari kost dulu sy msh ketok pintu dari satu rumah ke rumah yg lain..klo skrg sdh canggih ya ada aplikasi cari kost segala.. jadi ga perlu keliling doot to door lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Semua sekarang sudah berbasis teknologi, jadi lebih efektif dan efisien waktu

      Hapus
  17. Perlu banget ini, lebih baik detail di awal ya, biar gak terjadi hal-hal yang gak diinginkan. Yang paling penting gimana kondisi lingkungannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuji banget! Karena lingkungan itu secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkah dan pola pikir juga. Kalau terpaksa di lakukan ya nggak bakal nyaman, ujung"nya ribet harus pindah-pindah kos. Jadi lebih baik selektif di awal sekalian

      Hapus
  18. Kalau aku tarif, air dan listrik.

    Kalau ada yg personal aku malah memilih kos an dengan semua kategori di atas di bayar sendiri.

    Terus di kostnya juga sendiri. Biasanya kos dengan tipe ini meski agak mahal ya kak.

    Untuk aplikasi aku malah memilih datang langsung. Kalau cocok ambil hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kos personal emang lebih nyaman. Kalau cwo pertimbangannya lebih mudah dan sedikit ya hehehe

      Hapus
  19. sebgai pemilik kost kadang juga saya menjelaskan full kepada anak yg mau kost biar dia paham hehe saya jelaskan ada fasilitas ini dan itu dan jam bebas pulang malam aturan yg tidak terlalu ketat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah enak banget kak, apalagi buat calon penghuni kos yang masih malu" untuk bertanya, jadi langsung dapat informasi yang lengkap

      Hapus
  20. jadi ingat adikku yang cari kosan di jakarta. sempat bingung krn harganya mahal mahal. blm lagi kriteria kos yg diinginkan adikku hrs ideal. tapi mintanya yang murah. hadeh... untung akhirnya dapat yang sesuai kriteria. emang harus teliti ya soal beginian. karena menyangkut kenyamanan tempat tinggal

    BalasHapus