Tips Keberhasilan dalam Public Speaking

by - Juli 07, 2020

Baca Juga

Salah satu kegiatan produktif yang dapat dilakukan selama di rumah aja adalah mengikuti seminar online. Dengan acara ini, kamu bisa mendapatkan ilmu sekaligus sertifikat, kalau dapat.

Seminar online yang baru banget saya ikuti hari Minggu lalu, 28 Juni 2020, adalah Upgradung in Quarantine Finalis PPA (Putra Putri Akuntansi) 2020. 

Ada dua pembicara keren di acara ini, yakni  kak Shania Nur Isnaini yang menjadi Finalis Duta Unair 2018 dan kak Eza Faisal Meileno Risqi, Duta Harapan 1 Jateng 2017. 

seminar online public sepaking

Sesi pertama acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima) Politeknik Negeri Semarang ini adalah Ask and Question kepada kedua pembicara. Sedangkan di sesi kedua acara diisi dengan topik Public Speaking oleh kak Eza. 

Tentu, tidak semua orang berani dan memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum. Padahal, kemampuan berbicara atau verbal ini sangat diperlukan dalam segala aspek kehidupan.

Nah, pada tulisan kali ini saya akan berbagi materi tersebut khusus untuk kamu. Iya kamu, yang lagi baca tulisan ini. Cielahh...


✨Pengertian Public Speaking

Kalau kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Secara definisi, Public Speaking adalah salah satu teknik penyampaian komunikasi lisan yang dilakukan secara langsung (face-to face) kepada khalayak umum. 


✨Tips Keberhasilan Public Speaking

Sama seperti Tuhan yang menciptakan anjuran ataupun larangan kepada umatnya. Mau pilih yang baik atau buruk. Tentu semua akan ada sebab dan akibatnya.

Begitu pula dengan kunci keberhasilan dalam melakukan public speaking. Kamu perlu memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan.

Nah, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi Public Speaker yang saya dapat dari materi kak Eza. Let's get start it!

 

✨Percaya Diri

how to be confident
Percaya diri menjadi modal utama dalam melakukan kegiatan. Jika kamu sendiri tidak percaya kepada dirimu, lalu siapa yang akan kamu percaya?

Kak Eza menuturkan bahwa aspek percaya diri ini tidak bisa didapat secara instan. Perlu latihan yang berulang dan jam terbang yang tinggi alias pengalaman yang mumpuni. 

Untuk menjadi sebuah logam yang berharga, emaspun butuh proses untuk dibentuk. Begitu pula dengan rasa percaya diri. Perlu dipupuk oleh semangat dan kebiasaan. Kalau kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Setuju?



✨Menguasai Konten yang Disampaikan

Sebelum membawakan suatu acara. Kamu perlu menguasai materi yang akan kamu sampaikan. Selain dapat membuat kamu terlihat profesional di depan pendengar. Menguasai konten juga dapat menambah aspek kepercayaan dirimu.

Tampil tanpa persiapan sama sekali tentu memiliki risiko dalam aspek penyampaian. Seperti pembiacaraan yang berbelit-belit. Juga dapat meningkatkan peluang gugup. Nggak percaya? Coba saja. 

 

✨Penguasaan Intonasi

Secara definisi, intonasi merupakan tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Intonasi ini sangat penting dalam Public Speaking agar bahasa lisan yang kamu ucapkan tidak terdengar monoton.

Kak Eza menuturkan beberapa tips dalam memilih intonasi. Kamu dapat melakukan intonasi keras pada kalimat yang bersifat penting atau pada konteks yang memerlukan penekanan. 

Sebaliknya, gunakan intonasi sedang saat berbicara biasa. Serta intonasi lirih ketika memang itu yang diharuskan. Contohnya saat menuturkan kalimat rahasia untuk menarik perhatian audiens.


✨Olah Vocal

Dalam Public Speaking, aspek penguasaan vocal merupakan hal yang penting untuk dikuasai. Pelafalan huruf konsonan a-i-u-e-o yang jelas akan membuat audiens lebih mengerti apa yang kamu katakan.

Penguasaan vokal juga dapat berupa penggunaan jeda antar kata atu kalimat. Hindari jeda yang terlalu panjang juga terlalu pendek. 

Jeda yang terlalu pendek dapat membuat kalimat atau kata terdengar tidak jelas. Sedangkan jeda yang terlalu panjang akan membuat penonton bertanya-tanya, "Ada apa?". Karena panggung terasa hampa dan kosong tanpa suara.


✨Pemilihan Diksi

Pemilihan diksi sangat penting dalam menjalin interaksi dengan audiens. Jika ingin menjadi Public Speaker yang baik, kamu perlu memperhatikan kata dan kalimat yang akan kamu ucapkan. 

Hal ini harus disesuaikan dengan tepat tempat dan peserta. Tidak mungkin kan, kamu menggunakan sapaan Elo-Gue dalam acara formal atau Anda dan saya di acara selow? 

Jangan pula gunakan kata ambigu dalam menjelaskan sesuatu. Contohnya seperti anu dan itu. Dan yang paling penting, jangan gunakan ucapkan kata yang menginggung ya.

 

✨Gesture atau Gerakan Tubuh yang Fleksibel

Saat berdiri di hadapan ratusan atau bahkan ribuan peserta tentu memerlukan nyali yang tidak sedikit. Hal ini sering membuat tidak percaya diri. Penguasaan gestur yang nyaman dilihat bisa menjadi solusi untuk membangun percaya dirimu.

Gesture atau gerakan tubuh ini sangat diperlukan dalam membangun interaksi dengan peserta. Jika masih tahap penyesuaian atau adaptasi panggung, okelah jika kamu duduk di kursi. Namun jangan biarkan hal ini terjadi sampai acara selesai ya.

Jangan pula terus berdiri mematung. Selain capek, kemungkinan besar kakimu bisa kesemutan. Cobalah untuk melakukan gestur yang fleksibel. Misalnya berjalan ke sebelah kiri atau kanan untuk membangun perhatian audiens.

 

✨Mimik Wajah

Saat menjadi Public Speaker, segala hal yang ada di kamu aman menjadi sorotan. Termasuk mimik wajah. Pastikan kamu menyuguhkan senyum yang tulus dan jauhkan muka cemberut atau senyum kecut. 

Selain membuat betah untuk dilihat. Senyum yang tulus akan meningkatkan citra dan karisma dari dirimu. Tapi, jangan pula senyum terlalu over sampai seperti iklan odol yah. Bisa kering nanti giginya.


✨Kontrol Pikiran dan Perasaan

Dalam suatu kehidupan, apalagi dalam lingkup kecil seperti kegiatan sehari-hari tentu ada saja masalah yang terjadi. Saat Public Speaking pun tidak luput dari masalah. 

Masalah ini dapat berupa kendala teknis seperti mic yang belum siap ataupun masalah lain misal bencana alam (astagfirullah, kalau yang ini beda cerita lagi :")

Hal tersebut membuat kamu harus pintar-pintar untuk berimprovisasi di atas panggung supaya audiens merasa lebih tenang dan nyaman. 

Supaya nggak tegang dan panik. Ada baiknya, sebelum improvisasi kamu melakukan kontrol fikiran dan perasaan. Sering kali, apa yang terjadi dan menimpa diri adalah hasil dari pemikiran kamu sendiri. 

Seperti yang ditulis di artikel mbak Jingga dengan judul Hubungan Kausal Perasaan dan Tubuh


✨Kesiapan Fisik dan Mental

Jika sudah memiliki kesiapan mental berupa percaya diri. Kamu juga perlu memperhatikan aspek kesiapan fisik. Kesiapan ini berupa kesehatan juga kebugaran tubuh. Tentu kamu tidak ingin acara yang kamu hadiri terancam batal atau tidak maksimal karena terkendala sakit bukan?

Untuk itu, usahakan untuk rutin berolah raga dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Hindari makanan berupa gorengan dan minuman es agar terhindar dari radang tenggorokan yang sering menjadi masalah dalam aspek suara.
 

✨Penguasaan Pernafasan

Saat berbicara di depan umum, rasa nervous sering kali tidak dapat dibendung. Perasaan tersebut akan menimbulkan kecepatan detak jantung yang akhirnya menyebabkan organ respirasi bekerja dengan cepat.

Jika tidak segera di-handle dengan baik. Hal ini akan membuat performa penampilanmu berkurang. Misalnya perut yang terlihat kembang-kempis. Bisa bikin salah fokus (salfok) deh.

Terlebih jika mic yang kamu bawa terlalu dekat dengan hidung. Alhasil suara pernafasanmu akan terdengar jelas oleh audiens. Untuk itu, dibutuhkan penguasaan pernafasan dan jarak yang sesuai dengan sumber suara. Tidak terlalu dekat, juga terlalu jauh.
 
Nah, sekarang sudah tahukan tips keberhasilan dalam public speaking. Intinya, teruslah percaya kepada kemampuan dirimu bahwa kamu bisa. Karena, apapun yang kamu fikirkan bisa menjadi apa yang akan kamu dapatkan.

Just believe in your self ✨
 
With love,
andayani rhani


You May Also Like

20 Comments

  1. saya masih berjuang untuk public speaking ini, masih mulai dari yang paling dasar dulu, yaitu jadi MC, whehehe... biar latihan ngomong di depan banyak orang. harapannya sih ke depan bisa ngomong di depan umum jadi pembicara.

    makasih banyak tips nya, saya coba lakukan step by step,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah semangat berproses ya kak. Iya mulai step by step dlu. Ibarat pribahasa biarpub dikit-dikit lama-lama bisa jadi bukit. Semoga sukses selalu ya

      Hapus
  2. Susah susah gampang yang mbak, tapi intinya harus PD dulu sih ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kak, PD tetap nomor satuu. Tapi tetap jangan terlalu kepedean juga nanti kalau jatuh malu sendiri xixixi

      Hapus
  3. Impian banget nih pengen bisa ngomong di depan umum. Ga mimpi sampe ribuan orang.puluhan atau ratusan juga udah syukur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya kak saya juga berawal dari mimpi. Tapi yang penting harus bisa bangun dan diciptakan dalam kenyataan ^^

      Hapus
  4. Mantul abis kak tipsnya tapi memang itu yaaa public speaking itu kudu dilatih kalau enggak mana bisa tampil keren. Karena semua membutuhkan proses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak Ovi! Setiap kehidupan manusia nggak pernah terlepas dari yang namanya proses

      Hapus
  5. Yang terakhir kadang lupa nih buat kontrol pernapasa juga ya mbak anda. Nice sharing nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kadang soal pernafasan ini sering nggak 'ngeh

      Hapus
  6. ternyata gak mudah ya jadi public speaking itu, terutama jaga mood. aku sih gak bakat, hahaha. etapi emang kunci keberhasilan suatu acara itu sangat tergantung pada public speaking, kalo
    "gaya"nya enak di liat, di dengar dan dipahami, pasti semua audience suka dan ikut berpartisipasi disepanjang acara bahkan gak mau udahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak Eka, kalau di dalam bahasa Jawa ada istilahnya wiraga, wirasa, wirama seperti yang dijelaskan kakak kurang lebihnya ^^

      Hapus
  7. Rangkuman Materi seminar onlinenya kereeennn. Memang pada dasarnya setiap orang harus belajar public speaking karena pasti ada aja kesempatan tak terduga untuk mau gak mau berbicara di dpn banyak org.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak. Apalagi di dunia digital seperti ini. Public speaking ga harus secara langsung bertatap muka tapi juga bisa melalui media

      Hapus
  8. Mba Anda emang istimewa. Produktif dan bikin aku nganga. Dulu waktu umur segini aku kemana aja yaaa. Nyesel gabisa kayak Mba Anda nih hehehe..
    Keep inspiring mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak hehehe... Kak Jihan juga hebat kok ^^

      Hapus
  9. Yap bener banget semua poin2nya ini. Ngomong2 public speaking jadi inget waktu jaman kuliah. Hehe.. dlu aku ambil jurusan Komunikasi, jadi salah satu mata kuliahnya ada public speaking. Meskipun 3,5 tahun belajar komunikasi, tapi aku pribadi tetep aja masih grogi kalo bicara di depan umum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren kak Put. Saya justru pengen belajar lebih dalam komunikasi tapi apalah daya harus otodidak hehehe

      Hapus
  10. Emang ya untuk sebagian orang bicara di depan orang banyak itu gak mudah. Karena saya mengalaminya pas diminta jadi mentor beberapa waktu lalu. Materi harus sangat dikusai sih, jadi kita lebih percaya diri hehe. Makasih mba tipsnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren kak Steffi sudah pernah jadi mentor. Btw acara apa nih kak?

      Hapus