Arah Langkah - Andayani Rhani

Jumat, 16 Agustus 2019

Arah Langkah


Saat ku arahkan langkah untuk bersua denganmu di utara
Kau justru beralih ke arah tenggara
Kenapa tak berbalik arah saja?
Bukankah itu akan memudahkan kita untuk lebih cepat bertemu?
Catatan putih mengalun lembut dalam fikirku
Aku tak ingin menciptakan catatan gelap terhadap tindakanmu
Tidak, aku percaya bahwa dirimu tak ubahnya seperti langit
Selalu setia kepada mataharinya

Waktu kian bertambah,
Begitu pula dengan langkah
Sejauh jarak yang telah berlalu,
Kau tak pernah menoleh sedikitpun ke arahku

Bahkan saat langkahku terhenti,
Sebab salah satu kaki tertusuk duri
Atau saat diri ini hampir terperosok ke dalam jurang yang curam
Kau tetap acuh dengan langkahmu yang begitu angkuh

Ingin ku berlari
Namun sepasang kaki yang telah berjalan tersendat ini seakan tak pernah mau merestui
Kau selalu ciptakan jarak dimana selalu ada saja tanaman berduri
Sebenarnya apa maksud dari semua ini?
Bahkan untuk bertemu saja,
Kau harus membuatku tersakiti berkali-kali

Langit semakin gelap
Cahaya sang surya mulai meredup di ufuk barat
Saat itu jua, aku mendapatkan semua jawaban
Ternyata selama ini aku salah
Sang langit itu…
Ia tak benar-benar setia kepada mataharinya
Ada suatu waktu dimana ia hanya akan berdua bersama sang rembulan
Dipandu dengan pijaran para bintang
Dan matahari itu,
Ia hanya bisa menerima garis takdir
Sebab sekuat apapun untuk melawan
Langit tak pernah bisa ia miliki seutuhnya
Tak pernah benar-benar ada untuk selalu bersamanya.

7.8.19

 

Tidak ada komentar:

@andayanirhani