Sebuah Arti - [Jourans] Journey of Rhans

Rabu, 04 Desember 2019

Sebuah Arti

Menemukan atau ditemukan?

 Ah, rasanya baru kemarin seseorang menanyakan dua pilihan itu. Di bawah naungan sinar mentari pagi, di atas pasir putih dengan keriuhan ombak yang menghantam karang, di tempat yang paling kau sukai namun kini menjadi tempat yang paling saya hindari, ternyata pernah ada perbincangan berbobot di antara kita selain perdebatan dan candaan recehmu, ya.

Maaf bila saat itu saya membalas pertanyaanmu dengan sebuah tawa. Meski dalam lubuk hati, sejatinya saya hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menjawabnya. Sampai pada akhirnya saya tidak menyadari, bahwa waktu terlalu egois untuk menunggu. Tiga tahun berlalu, tapi pertanyaan kecil yang mengakar dalam ingatan itu tak sampai mendapat jawaban. Karena pertanyaan itu memang tidak seharusnya dijawab, untuk sekarang ataupun waktu yang akan datang.

Dalam hidup yang penuh dengan pencarian, terkadang kita dibuat bingung oleh pilihan dan kenyataan yang nggak selalu mau sejalan. Ibarat sebuah kepingan puzzle kecil yang nggak akan bisa menciptakan arti bila sendiri. Ada bagian lain yang harus saya temukan. Namun di sisi lain, saya juga di temukan. Rumit bukan?


Bingung harus bagaimana. Bingung harus menjadi hal seperti apa. Bingung harus memilih bagian yang mana, karena masing-masing mereka punya cara sendiri untuk membuat si puzzle kecil menjadi sempurna. Semua terasa benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Gimana ya jelasinnya? Menuliskannya sama sulitnya dengan keadaan waktu itu.

Takut dikecewakan, tapi juga takut kalau mengecewakan. Takut ditinggalkan, tapi juga nggak mau ditinggalkan. Kedua pilihan itu seperti labirin yang nggak ada ujungnya. Terasa menyenangkan di awal, tapi sebenarnya menyedihkan. Yang terlihat mendamaikan padahal hanya ilusi dari kekacauan. 

Setiap hari yang terlewati, selalu ada hati yang harus dikorbankan. Ketika sudah cukup yakin dan nyaman dengan satu bagian, ternyata di satu waktu juga butuh bagian yang lain. Perlahan namun pasti, si puzzle kecil merasa sempurna ketika bersama kedua bagian itu. Padahal, kenyataan hanya memberinya kesempatan memilih satu bagian lain untuk menemukan arti dan melanjutkan cerita selanjutnya.

Di titik terakhir, ketiga bagian itu harus tunduk pada takdir. Sejauh apapun berlari. Sekuat apapun mengubah yang akan terjadi. Hanya jalan buntu yang mereka temui. Mengecewakan dan dikecewakan ternyata harus datang di saat bersamaan. Setelah badai besar yang mereka hadapi, sang Pencipta tak menghendaki adanya pelangi.

Bagian yang menemukan akhirnya ditemukan bagian lain yang lebih mampu membuat kehadirannya dihargai. Membuat harinya lebih bermakna, tanpa harus menerima luka. Sangat jauh berbeda dibandingkan saat bersama sang puzzle kecil. Penuh dengan keadaan sulit dan rasa sakit.

Sedang bagian yang ditemukan puzzle kecil lebih memilih putar arah ke jalan yang pernah ia lewati sebelumnya, karena di sana ada bagian lain yang telah lama menanti kehadirannya untuk kembali.

 Pada akhirnya, sang puzzle kecil menyadari bahwa selama ini dia salah. Salah karena terlalu sibuk mencari arti dari bagian lain. Hingga saat bagian lain itu pergi, dia kehilangan arti dari dirinya sendiri. Salah karena terlalu sibuk mencoba untuk menjadi sosok yang paling berarti, padahal yang ia butuhkan adalah menjadi bagian yang tak terganti.

Tidak ada komentar:

@andayanirhani